Sunday, January 20, 2013

Pleng Tee Chun Mai Dai Tang (Ost Suckseed)


Thai lyrics:

ah mai praw ..
mai meuan pleng tua pai..
tae gub chun
pleng nee chang mee kwarm mai..
tae la sieng took toy kum..
tee kian long pai oh~
jark roy yim kaung tur..
tee hai mah..
mun bung kup pahkk gai..
hai seu kwarm mai..
pun kum raung tee klaung jaung..
gub kwarm nai jai..
tur roo reu mai tee chun tum dai..
gaw pen praw wah tur tung nun…

gaw pleng pleng ne tee dai fung nun..
chun mai dai tang tur roo mai..
mai bung aht rauk na kon dee..
woh oh~ roo reu plow..
wah krai tee kian pleng nee..
juum ow wai haii dee dee..

wah pleng pleng nee tee dai fung nun..
chun mai dai tang tur roo mai..
mai ung aht rauk na koon dee..
woh ohh~ roo reu plow..
wah krai tee kiang pleng nee..
jum ow wai hai dee dee..
kon nun keu tur..
tur roo reu mai tee chum tum dai..
gaw pen praw wah tur tung nun..


Indonesian translate:

Lagu ini mungkin tak seindah lagu lain.
Tapi lagu ini mempunyai arti yang dalam untukku.
Dan setiap kata-kata yang tertulis disini,
berasal dari senyuman yang aku dapat darimu.
Mendorong pena ini untuk menyampaikan arti ini.

Lagu yang kau dengarkan ini,
kau tahu aku tidak menulisnya.
Aku tidak berani mengakuinya, sayangku.
Hanya ingin kau tahu dan ingat bahwa,
orang yang menginspirasikan lagu ini...

Aku tidak berani mengakuinya, sayangku.
Hanya ingin kau tahu dan ingat bahwa,
orang itu adalah kau.

Friday, December 21, 2012

#Flashback: Pesan Singkat di Kota Apel (Part II)


On the Rainbow, Kota Apel, 21 Desember 2010, hari kedua.

Adzan Subuh mengeluarkanku dari dunia mimpi kelam. Kuputuskan untuk tak langsung bangun. Udara yang sangat dingin maembuatku malas untuk sekedar menjejakkan kakiku ke lantai. Masih jelas terbayang kejadian yang membuatku terjatuh dalam lubang gelap, dunia nyata kelam bagai mimpi. Terlarut dalam penyesalan yang tak kunjung pergi. 

Namun, aku tidak terlalu lama aku terlarut, aku teringat kembali, pesan singkatmu telah mengembalikan senyumku yang dirampas kota apel semalam. Aku mengharapkan pesan singkatmu kembali. Yang membangunkan aku, melelapkan aku yang tak dapat tidur, dan kembali meletakkan senyum dan tawa di bibirku. 

Dan hari ini, ku ucapkan selamat tinggal untuk Kota Apel, adakah aku kembali ia merampas atau justru meletakkan kembali senyumku?

Jembatan Penghubung Kenangan, Kota Pahlawan, 21 Desember 2010, malam terakhir.

Lampu-lampu jembatan bertebaran indah, Membuat yang melihatnya ingin turun dari kendaraan dan melihat dari dekat. Dan keiinginan itu jadi kenyataan. Aku berhenti di sebuah tempat yang satu lajurnya menjual berbagai souvenir. Memang tidak berhenti tepat di jembatan. Tapi tempat ini, membuatku merasakan arti kebersamaan, bersama denganmu utamanya, melihat senyum jahatmu, membaca pesan singkatmu, perhatian-perhatianmu, canda dan tawa jahatmu. 
Dan itu tepat pukul 22.15, aku merasakan arti sebuah kenangan dan kebersamaan :')

Kota Lunpia, 21 Desember 2012, Pukul 22.15.

Hai, ini dua tahun berlalu. Semuanya masih terkenang. Dan itu pesan singkatmu di Kota Apel, yang membuat senyum ini terus mengembang. Adakah pesan singkat itu hadir kembali di tengah-tengah hidupku?

Kamu harus tahu, AKU RINDU SEMUANYA :')





The little note:

Hi, sudah beberapa bulan nggak nulis ya :) Aku kembali. Dan kalian tahu apa alasanku kembali? Pengirim pesan singkat itu menginginkanku untuk menulis lagi tentangnya. Dia menyukainya. Tulisan ini sekaligus kelanjutan dari part sebelumnya. Ada beberapa bagian yang belum sempat diceritakan. Thanks for reading :)



With Love,


Cindy Permata Putri :)


Thursday, December 20, 2012

Someday



I don’t know how much longer
That I have to put up with everything
I’ve been hiding all the truth inside my heart
Everytime we meet
Everytime you turn face to me
Though I look indifferent
Do you know how much i have to force myself?
Can you hear my heart calling for you, loving you?
But I can’t open my heart for anyone to know
Can you hear it?
My heart keeps waiting there for you
Waiting for you open it
and hope you will realize..
Someday

Though I love you
Though I feel
but deep down inside, I don’t dare to tell you
Everytime we meet
Everytime you turn face to me
Though I look indifferent
Do you know how much i have to force myself?

Thursday, September 13, 2012

Lihatlah Lebih Dekat

Hatiku sedih
Hatiku gundah
Tak ingin pergi berpisah
Hatiku bertanya
Hatiku curiga
Mungkinkah kutemui kebahagiaan seperti di sini


Sahabat yang selalu ada
Dalam suka dan duka
Sahabat yang selalu ada
Dalam suka dan duka

Tempat yang nyaman
Kala ku terjaga
Dalam tidurku yang lelap

Pergilah sedih
Pergilah resah
Jauhkanlah aku dari
Salah prasangka

Pergilah gundah
Jauhkan resah
Lihat segalanya lebih dekat
Dan 'kubisa menilai lebih bijaksana

Mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar
Lihat segalanya lebih dekat
Dan 'kuakan mengerti

Friday, August 10, 2012

Antara "Kamu", "Dia", dan Kata yang Belum Sempat Terucap

Sudah sore begini, masih aja belum ada angkutan umum yang melintas. Apalagi ini puasa. Aku sudah haus sekali karena aku berdiri terlalu lama di sini. Saat sedang menunggu, iiba-tiba langit mendung kemudian disusul angin kencang dan hujan deras, namun anehnya petir tidak menyambar-nyambar. Aku pun segera mencari tempat yang teduh. 

Tiba-tiba, seseorang yang sepertinya aku pernah kenal menghampiriku. Ya, tidak salah lagi, itu kamu. Sahabat karib dia, dia yang kusayang (?) Kamu menawarkan untuk ikut pulang denganmu. 

"Ayo ikut saya, nanti kamu kehujanan kalau di situ."
"Nggak usah. Kamu duluan aja. Saya nggak papa kok"
"Ayolah jangan begitu, aku tak ingin melihatmu kehujanan"
"Baiklah, jika kamu memaksa..."

Akhirnya aku menumpang sepeda motormu yang sudah agak butut. Bukan, bukan motor itu yang aku jadikan alasanku untuk menolakmu. Kamu tahu, tanpa sebab, aku sangat ketakutan jika aku bertemu denganmu. Aku seperti dihantui rasa bersalah.Tepatnya kemarin, kamu selalu mengejarku di manapun aku berada. Entah apa yang kamu mau. Tapi yang jelas aku bingung, ini sebenarnya ada apa? 

Aku baru sadar, sepanjang perjalanan, aku tidak terkena percikan air hujan setitikpun. Dan sepanjang perjalanan, kami juga berbincang-bincang. Kamu menjawab semua pertanyaanku yang tidak pernah dijawab oleh dia, teman akrabmu. Aku merasa obrolan ini ada yang aneh. Ada sesuatu yang berbeda. Tunggu, semua pertanyaan? Ya, dia menjawab semua pertanyaan yang biasanya tidak dijawab oleh temanmu. 

"Kenapa kamu begitu baik, kenapa kamu menjawab semua pertanyaan yang tidak pernah dijawab olehnya? Kenapa dia tidak sama sepertimu? Baik sepertimu?"

"Saya hanya mencoba berbuat yang terbaik untuk kamu, kamu adalah orang terbaik diantara orang-orang baik yang saya kenal. Dia sama saja sepertiku, dia lebih perhatian denganmu. Mungkin cara menyampaikannya berbeda denganku. Dia orang yang sangat baik. Kamu akan menyesal jika kamu terus membencinya..." 

Aku tidak tahu harus berkata apa, aku hanya bisa menangis, kamu meminggirkan motormu di tempat yang cukup teduh, aku dapat merasakan kehangatan peluk dan senyummu. Entah kenapa, pelukanmu masih terasa ketika aku telah terbangun...


Adakah sesuatu yang tidak sempat terucap ketika aku akan meninggalkan putih-biru?
Adakah sesuatu itu ingin kau ucapkan sekarang?
Tolong katakan... jangan kau sembunyikan lagi, aku lelah dikejar bayanganmu..

Wednesday, August 8, 2012

Selamat Datang Kembali!

Hai semuanya, akhirnya setelah selama 2 bulan vakum mengisi blog akhirnya bisa nulis lagi. Yah walaupun ngga banyak sih. Abis tugas bertumpuk-tumpuk sih! Sebenernya sih ini juga masih banyak tugas, tapi berhubung tugasnya banyak buka internetnya, jadinya ya nulis deh! hehe.

By the way, aku sekarang udah resmi mengganti seragam putih-biru jadi putih abu-abu hlo. Sekarang aku tercatat sebagai salah satu siswa SMA N 2 Semarang. Huraay! Seneng sih ya, cuma biasa deh ya kalo udah mulai SMA tugas bejibun, wuiih cemungud eeaaah (9^_^)9

Biarpun udah SMA dan jadi sibuk, aku tetep sempetin buat nulis jurnal tahunan yang biasa aku tulis waktu SMP hlo. Insya Allah, aku bakalan bikin jurnal-jurnal spesial yang kebanyakan ditulis pertengahan tahun sampe akhir tahun. 

Oke, selamat kembali menikmati tulisan saya yang cukup membosankan, hihi. Semoga terhibur :)


With Love,


Cindy Permata Putri

Monday, May 21, 2012

Senyumanmu

Aku berada di tempat yang sangat tak kukenali. Aku di mana? Aku seperti orang yang tersesat dan tak tahu arah jalan pulang. 

"Siapa namamu ?" tanya seseorang yang tiba-tiba memegang pundakku.
"Eh, aku Putri, hm, kamu sendiri siapa?"

Dia tidak menjawab, dia hanya tersenyum. Senyum itu tulus sekali. Membuat yang melihatnya merasa nyaman di dekatnya, senyumnya membuat hati tenteram. Entah di mana lagi aku menemukan senyuman tulus itu selain dari kamu, orang yang pertama kali membuatku yakin bahwa tempat ini baik untukku, orang yang pertama kali memberiku senyum tulus penuh perhatian

Senyum Itu tak hanya sekedar senyum belaka. Hatimu memang sangat tulus setulus senyummu, kebaikanmu, pengorbananmu, dan segala yang baik ada padamu. Aku sangat bersyukur bisa dipertemukan oleh orang sepertimu.

Setahun kemudian, ya, perlahan-lahan aku mulai mencintai tempat ini. Tempat yang akan kukenang seumur hidup, memberikan pengalaman tak terlupakan, memberikanku teman-teman terbaik, dan memberikanku kamu :)

Aku sedih teramat, memikirkan, apakah kamu benar-benar tulus setelah kamu menyinggung perasaanku berkali-kali? Tidak peduli apa yang telah terjadi padaku suka maupun duka? Di mana kamu yang dulu, manusia baik dengan senyuman dan perasaan tulus? Apa kamu sudah membenciku? Apa aku telah tak berguna? Apa aku pantas untuk pergi dari sini? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang membuat aku semakin ragu akan kamu, yang telah memberikan senyuman tulus itu.

Namun saat aku akan memusuhimu, membalas apa yang telah kau lakukan kepadaku, lagi-lagi senyuman tulus penuh perhatian itu kau berikan lagi kepadaku, sehingga aku tak sanggup marah dan membentakmu. Sehingga sepertinya aku tak pantas untuk membencimu juga. 

Ah, senyumanmu, aku senang melihatnya, meski kamu terus menyinggungku dengan ucapan sadismu. Menusukku dengan kata-kata sakitkan hati. Namun, senyum itu terus ada di wajahmu. Senyum yang membuatku iba padamu lagi. 

Ah, senyumanmu, kau membuatku sakit dan bahagia. 
Ah, senyumanmu, aku lelah, hentikanlah sayang :'(




Penikmat senyummu,


Cindy Permata Putri :)