Friday, August 10, 2012

Antara "Kamu", "Dia", dan Kata yang Belum Sempat Terucap

Sudah sore begini, masih aja belum ada angkutan umum yang melintas. Apalagi ini puasa. Aku sudah haus sekali karena aku berdiri terlalu lama di sini. Saat sedang menunggu, iiba-tiba langit mendung kemudian disusul angin kencang dan hujan deras, namun anehnya petir tidak menyambar-nyambar. Aku pun segera mencari tempat yang teduh. 

Tiba-tiba, seseorang yang sepertinya aku pernah kenal menghampiriku. Ya, tidak salah lagi, itu kamu. Sahabat karib dia, dia yang kusayang (?) Kamu menawarkan untuk ikut pulang denganmu. 

"Ayo ikut saya, nanti kamu kehujanan kalau di situ."
"Nggak usah. Kamu duluan aja. Saya nggak papa kok"
"Ayolah jangan begitu, aku tak ingin melihatmu kehujanan"
"Baiklah, jika kamu memaksa..."

Akhirnya aku menumpang sepeda motormu yang sudah agak butut. Bukan, bukan motor itu yang aku jadikan alasanku untuk menolakmu. Kamu tahu, tanpa sebab, aku sangat ketakutan jika aku bertemu denganmu. Aku seperti dihantui rasa bersalah.Tepatnya kemarin, kamu selalu mengejarku di manapun aku berada. Entah apa yang kamu mau. Tapi yang jelas aku bingung, ini sebenarnya ada apa? 

Aku baru sadar, sepanjang perjalanan, aku tidak terkena percikan air hujan setitikpun. Dan sepanjang perjalanan, kami juga berbincang-bincang. Kamu menjawab semua pertanyaanku yang tidak pernah dijawab oleh dia, teman akrabmu. Aku merasa obrolan ini ada yang aneh. Ada sesuatu yang berbeda. Tunggu, semua pertanyaan? Ya, dia menjawab semua pertanyaan yang biasanya tidak dijawab oleh temanmu. 

"Kenapa kamu begitu baik, kenapa kamu menjawab semua pertanyaan yang tidak pernah dijawab olehnya? Kenapa dia tidak sama sepertimu? Baik sepertimu?"

"Saya hanya mencoba berbuat yang terbaik untuk kamu, kamu adalah orang terbaik diantara orang-orang baik yang saya kenal. Dia sama saja sepertiku, dia lebih perhatian denganmu. Mungkin cara menyampaikannya berbeda denganku. Dia orang yang sangat baik. Kamu akan menyesal jika kamu terus membencinya..." 

Aku tidak tahu harus berkata apa, aku hanya bisa menangis, kamu meminggirkan motormu di tempat yang cukup teduh, aku dapat merasakan kehangatan peluk dan senyummu. Entah kenapa, pelukanmu masih terasa ketika aku telah terbangun...


Adakah sesuatu yang tidak sempat terucap ketika aku akan meninggalkan putih-biru?
Adakah sesuatu itu ingin kau ucapkan sekarang?
Tolong katakan... jangan kau sembunyikan lagi, aku lelah dikejar bayanganmu..

Wednesday, August 8, 2012

Selamat Datang Kembali!

Hai semuanya, akhirnya setelah selama 2 bulan vakum mengisi blog akhirnya bisa nulis lagi. Yah walaupun ngga banyak sih. Abis tugas bertumpuk-tumpuk sih! Sebenernya sih ini juga masih banyak tugas, tapi berhubung tugasnya banyak buka internetnya, jadinya ya nulis deh! hehe.

By the way, aku sekarang udah resmi mengganti seragam putih-biru jadi putih abu-abu hlo. Sekarang aku tercatat sebagai salah satu siswa SMA N 2 Semarang. Huraay! Seneng sih ya, cuma biasa deh ya kalo udah mulai SMA tugas bejibun, wuiih cemungud eeaaah (9^_^)9

Biarpun udah SMA dan jadi sibuk, aku tetep sempetin buat nulis jurnal tahunan yang biasa aku tulis waktu SMP hlo. Insya Allah, aku bakalan bikin jurnal-jurnal spesial yang kebanyakan ditulis pertengahan tahun sampe akhir tahun. 

Oke, selamat kembali menikmati tulisan saya yang cukup membosankan, hihi. Semoga terhibur :)


With Love,


Cindy Permata Putri