Showing posts with label Letter. Show all posts
Showing posts with label Letter. Show all posts

Friday, December 18, 2015

A Letter to Your Heart: The Red Envelope

13 Agustus 2015

Sudah dua hari dua malam. Nama dan wajahmu berputar-putar di otakku. Apakah harus kata-kata romantis yang kutuliskan untuk kuberikan padamu? Tidak. Ini hanya tugas. 
Ada keinginan untuk kamu menyukai tugasku. Berarti harus romantis. Bagaimana kalau kamu tidak suka?

Kucukupkan saja. Aku tidak berani berpikir jauh. Tidak akan mungkin sejauh itu. Aku baru melihat wajahmu kemarin. Aku ini siapa? 

Entah apa yang kupikirkan, kutuliskan saja semua isi hatiku padamu. Aku ingin kau tahu aku juga salah satu dari mereka yang memperhatikanmu sejak hari itu. Aku memperhatikanmu dari semua sisi. Bagaimana aku bisa mengelak? Aku adalah penikmat senyum, dan senyummu hari itu adalah yang terindah. Aku telah mengagumimu dalam diam.

Aku tahu bahwa kau takkan menganggap serius tulisanku. Karena aku adalah salah satu dari mereka yang memberimu tulisan itu. Bagaimana kalau ternyata tulisanku adalah serius? Sayang sekali, tulisanku memang serius.

Hari ini kita telah berdinamika bersama. Sungguh melelahkan. Tapi aku senang bisa mengenalmu. Apakah setelah besok, kita masih bisa sering bertemu? Atau mungkin sekadar mengobrol? Kalau bisa dekat. Bisakah?


Wherever you do, you go, I'll be right here waiting for you.




With Love.

Monday, March 25, 2013

A Letter to (You and) Your Heart.




From        : My Heart
To             : You and Your heart

Hai, sudah lama ya aku tidak berjumpa dan memberi kabar untukmu.  Walaupun kamu tidak (mau) ingat denganku, aku akan selalu ingat kamu  di manapun dan kapanpun.

Mungkin saat membaca surat ini,  kamu akan menertawakan surat ini bersama teman-temanmu. Kamu mungkin anggap surat yang aku tulis tidaklah penting bagimu.  Tapi kamu tahu? Justru tertwaanmu yang mengejek itu adalah salah satu bagian yang kurindukan bagimu. Aku harusnya mengerti, betapa bodohnya aku menulis surat ini untukmu.  Dan aku tambah terlihat bodoh jika aku merindukanmu dan mempedulikanmu. Tapi aku tak peduli. Aku memang benar-benar rindu kamu! Sesuatu yang dipaksakan itu memang tidak baik, maka, aku tidak memaksamu untuk mengingatku, merinduku, apalagi kembali seperti kamu yang dulu. Aku bukannya sok tahu tentang kamu, tapi aku tahu, hatimu masih menyimpan sisa-sisa kenangan itu. Jauh dibalik ini, kamu itu masih sama kayak dulu. Aku tahu yang kamu rasakan.

Maaf jika aku memaksamu selama ini. Aku sekarang mengerti. Semoga sekarang kamu mengerti juga.




Syukran,
With Love.


posting sebelumnya  A Letter to Your Heart

Saturday, October 29, 2011

A Letter to Your Heart

To : Your heart
From : My heart


Apakah pemilikmu tahu apa yang selama ini aku rasakan? Apa dia tahu selama ini aku punya masalah apa? Pasti dia nggak tahu. Karena itu aku nulis surat ini buat kamu agar pemilikmu mengerti apa yang sebenarnya aku inginkan.

Karena kamu yang paling tahu tentang perasaan seseorang, aku akan kasih tau ke kamu beberapa hal. 
Aku sekarang butuh pemilikmu. Hanya pemilikmu yang mengerti bagaimana yang kualami. Namun pemilikmu tak pernah dengarkan aku. Apakah kamu nggak pernah ngingetin dia buat dengerin aku? Tolong ingetin ya :')

Oh, iya sampaikan padanya juga bahwa aku merindukan pemilikmu. Aku ingin dia seperti dulu, karena aku telah kehilangan dia yang dulu. Terus, bilangin juga ya, aku juga pengin menjadi bagian yang dia pikirkan. Aku ingin dia nggak pura-pura nggak ngerti.

Ingetin juga pemilikmu saat-saat dulu, kalau dia pernah baik dan menghiburku. Jangan membuat dia lupa, terus ingetin sampai kita udah berpisah 

Inget yaa pesanku, bilang kalau aku ingin pemilikmu ada di sini :)


With Love