13 Agustus 2015
Sudah dua hari dua malam. Nama dan wajahmu berputar-putar di otakku. Apakah harus kata-kata romantis yang kutuliskan untuk kuberikan padamu? Tidak. Ini hanya tugas.
Ada keinginan untuk kamu menyukai tugasku. Berarti harus romantis. Bagaimana kalau kamu tidak suka?
Kucukupkan saja. Aku tidak berani berpikir jauh. Tidak akan mungkin sejauh itu. Aku baru melihat wajahmu kemarin. Aku ini siapa?
Entah apa yang kupikirkan, kutuliskan saja semua isi hatiku padamu. Aku ingin kau tahu aku juga salah satu dari mereka yang memperhatikanmu sejak hari itu. Aku memperhatikanmu dari semua sisi. Bagaimana aku bisa mengelak? Aku adalah penikmat senyum, dan senyummu hari itu adalah yang terindah. Aku telah mengagumimu dalam diam.
Aku tahu bahwa kau takkan menganggap serius tulisanku. Karena aku adalah salah satu dari mereka yang memberimu tulisan itu. Bagaimana kalau ternyata tulisanku adalah serius? Sayang sekali, tulisanku memang serius.
Hari ini kita telah berdinamika bersama. Sungguh melelahkan. Tapi aku senang bisa mengenalmu. Apakah setelah besok, kita masih bisa sering bertemu? Atau mungkin sekadar mengobrol? Kalau bisa dekat. Bisakah?
Wherever you do, you go, I'll be right here waiting for you.
With Love.