kamu menerangkan hatiku saat redup
kamu mencoba tersenyum saat aku gundah
kamu hapus air mataku yang mulai menetes
kamu peluk aku dan genggam tanganku erat
aku merasakannya
aku benar-benar merasakannya
aku menikmatinya
aku bahagia kembali
saat matahari mulai tampak
aku baru menyadari
bahwa yang aku rasakan tadi hanya sekedar bunga tidur
sekedar harapan kosong yang entah kapan datang
dalam mimpiku, kamu tersenyum
dalam kenyataan, kamu hanya diam
dalam mimpiku, kamu menyayangiku
dalam kenyataan, kamu tak peduli
ya, memang benar
hanya sekedar mimpi
ketulusan itu hanya harapam
kebahagiaan itu hanya sesaat
No comments:
Post a Comment