Saturday, October 29, 2011

A Letter to Your Heart

To : Your heart
From : My heart


Apakah pemilikmu tahu apa yang selama ini aku rasakan? Apa dia tahu selama ini aku punya masalah apa? Pasti dia nggak tahu. Karena itu aku nulis surat ini buat kamu agar pemilikmu mengerti apa yang sebenarnya aku inginkan.

Karena kamu yang paling tahu tentang perasaan seseorang, aku akan kasih tau ke kamu beberapa hal. 
Aku sekarang butuh pemilikmu. Hanya pemilikmu yang mengerti bagaimana yang kualami. Namun pemilikmu tak pernah dengarkan aku. Apakah kamu nggak pernah ngingetin dia buat dengerin aku? Tolong ingetin ya :')

Oh, iya sampaikan padanya juga bahwa aku merindukan pemilikmu. Aku ingin dia seperti dulu, karena aku telah kehilangan dia yang dulu. Terus, bilangin juga ya, aku juga pengin menjadi bagian yang dia pikirkan. Aku ingin dia nggak pura-pura nggak ngerti.

Ingetin juga pemilikmu saat-saat dulu, kalau dia pernah baik dan menghiburku. Jangan membuat dia lupa, terus ingetin sampai kita udah berpisah 

Inget yaa pesanku, bilang kalau aku ingin pemilikmu ada di sini :)


With Love  


Monday, October 24, 2011

I Made Him as My Hero, is it Wrong?

Aku kesepian sekarang. Aku berbagi dengan siapa? Aku cerita dengan siapa? Di saat galau seperti ini, aku tak mempunyai teman untuk berbagi keluh kesah. Rasanya aku seperti tertawa dan menangis sendiri. Namun semua itu berbeda ketika sang penghiburku datang. Dia selalu sembuhkan hatiku yang luka, hapus air mataku yang menetes dan selesaikan masalah yang menimpa diriku.

Tapi sepertinya hakku untuk memilih sang penghiburku terbatas. Haruskah aku memilih sang penghibur selain dirinya? Aku tak pernah bisa! Sejuta cara kulakukan agar aku mencari sang penghibur yang lain tapi hatiku hanya jatuh tepat pada dirinya. Kuakui itu.

Aku selalu iri melihat mereka bisa menentukan sang penghiburnya. Mereka bebas memilih dan  bencengkrama dengan sang penghiburnya. Sedangkan aku? Ketidakadilan yang aku dapat!

Oh Tuhan, aku hanya ingin ada seseorang yang dapat menjadi panutanku dan dapat menghiburku. Aku juga ingin seperti mereka yang bebas menentukan pilihannya. Tuhan, apakah pilihanku salah atau tak tepat? :'(

Apa karena aku tak cantik seperti mereka? Atau karena aku tak pandai? 

MENGAPA? :'(

Jika menurut kalian aku salah, nggak apa-apa. Tapi apakah kalian nggak ngerti aku butuh sang penghibur seperti dia? AKU JUGA INGIN, TEMAN! AKU INGIN!



Maaf dan terima kasih,


Cindy Permata Putri :)



Friday, October 21, 2011

Untukmu, Sang Penghiburku

Di sini sunyi dan sepi
Aku terjebak dalam kegelapan ini
Aku tak tahu di mana
Aku tak tahu apa yang kurasakan

Semua berbeda saat kamu datang
Kamu mengeluarkan aku dari kegelisahan ini
Kamu pahlawanku

Kamu bagaikan bintang
Menerangi hatiku yang gelap
Kamu mekarkan hatiku yang kuncup

Kamu memang hanya manusia biasa
Namun bagiku luar biasa
Kamu memang bukanlah pujangga hebat
Namun kamu melahirkan kata-kata sempurna
Kata-kata tenangkan hati

Terima kasih
Kau selalu ada
Kau selalu datang
Kau tak pernah bosan membuatku berhenti menangis
Kau tak pernah bosan melihatku tertawa
Kamu sang penghiburku


A poem by


Cindy Permata Putri 

Thursday, October 20, 2011

#Flashback : Twentieth to Remember , I and Writefobia

Pagi ini, nggak ada yang aneh. Semuanya berjalan apa adanya sampai ikrar bersama. Tapi setelah ikrar itu nggak tau kenapa rasanya ada yang aneh dan ngganjal. Sebenarnya kenapa? Apa karena hari ini aku duduk sendirian di bangku depan? Hm, nggak terlalu pengaruh. Apa karena ulangan matematika? Nggak juga ah. 

Oooo.. aku tau! mungkin gara-gara ini, pelajaran bahasa Indonesia. Aku nggak benci sama pelajarannya, apalagi gurunya. Nggak, ini semua gara-gara materi bahasa Indonesia yang sedang membahas subbab baru, CERPEN! Denger kata yang satu itu langsung buat aku down, galau, dan nggak semangat ngikutin pelajarannya. Kalau cuma nyari latar atau unsur intrinsik kayak waktu kelas VIII sih nggak papa. Tapi di kelas IX harus BUAT cerpen! bayangin, gimana nggak galau coba!

Kayaknya hari ini semua orang pada jahat! Pertama waktu bahasa Indonesia tadi. Pokoknya setelah bahasa Indonesia itu temanya nggak ganti-ganti, cerpen! Nggak peduli mau pelajaran Al-quran Hadis kek, mau Fikih kek, mesti selalu ngarah ke arah sana. Ditambah lagi waktu pulang sekolah masih aja dibahas :'(

Daritadi bahas cerpen, galau, apa sih sebenernya? Kasih tau nggak yaaa? Hm, nggak usah ya. Ini privasi. Eh, nggak privasi sih, cuma males bahasnya. Takut galau lagi, hehehe. 

Jadi kalian udah tau kan kenapa udah hampir 2 minggu ini, status fb dan posting blog isinya quotes lama dan lirik lagu? Ya, aku sedang mengalami WRITEFOBIA. Di mana aku sedang takut untuk menghasilkan karya tulis. Jangankan menghasilkan, denger kata 'nulis' atau 'cerpen' apalagi 'novel' aja udah down banget. Meskipun tagline blogger ku ini "Orang berkarya itu tuk hari ini, esok, dan akan datang hingga ajal menjemput" #eaaa #ustad rauna qoutes :D

Kalau boleh jujur, aku masih suka nulis. Tapi semangatku udah ilang sama sekali. Aku sedang butuh orang untuk membangkitkan semangat itu. I want to move on! HELP ME PLEASE ! :'(


Syukran :)




Tuesday, October 18, 2011

Bukan Lagu Cinta

Jika ada cara ada cara baru tuk mengungkap rasa rindu
Aku ingin tahu
Jika ada cara yang belum dicipta untuk cinta
Aku ingin bisa


Saat semua kata kehilangan makna
Saat segala upaya terasa hampa
Sekaranglah itu beginilah aku
Berdiam tanpa daya hanya karena kehadiranmu
Sementara jiwaku ingin berseru
Setengah mati ingin ku bilang


Jika ada nada baru tuk nyanyikan lagu cinta
Aku kan bernyanyi
Jika ada kata yang belum dicipta oleh pujangga 
Aku kan bersuara


Saat semua resah meluluh sayapnya
Saat yang ku miliki hanya nafas ini
Sekaranglah itu beginilah aku
Hanya detak jantungku yang mampu jujur kepadamu
Sementara lidahku beku dan kelu
Setengah mati ingin menghilang


Jika mampu ku bawa engkau menembus ruang dan waktu
Ku ingin pergi percuma di sini
Jika mampu ku menyatu dalam darahmu
Agar engkau tahu


Apa yang ku rasakan
Apa yang kau dengarkan 
Bukan lagu cinta



Monday, October 17, 2011

Pelangi di Matamu ♥

30 menit kita di sini tanpa suara
dan aku resah harus menunggu lama
kata darimu

mungkin butuh kursus
merangkai kata
untuk bicara


*dan aku benci
harus jujur padamu
tentang semua ini


jam dinding pun tertawa
karena ku hanya diam
dan membisu

ingin ku maki
diriku sendiri
yang tak berkutik di depanmu

ada yang lain di senyummu
yang membuat lidahku
gugup tak bergerak
ada pelangi di bola matamu
dan memaksa diri tuk bilang
aku sayang padamu

mungkin sabtu nanti
ku ungkap semua
isi di hati

back to *



Sunday, October 16, 2011

Salahkah Aku Terlalu Mencintaimu

Kutatap dua bola matamu
Tersirat apa yang kan terjadi
Kau ingin pergi dariku
Meninggalkan semua kenangan
Menutup lembaran cerita
Oh sayangku aku tak mau


Kutahu semua akan berakhir
Tapi ku tak rela lepaskanmu
Kau tanya mengapa aku tak ingin pergi darimu
Dan mulutku diam membisu


*Salahkah bila diriku terlalu mencintaimu
Jangan tanyakan mengapa karena ku tak tahu
Aku pun tak ingin bila kau pergi tinggalkan aku
Masihkan ada hasratmu tuk mencintaiku lagi


Apakah yang harus aku lakukan 
Tuk menarik perhatianmu lagi
Walaupun harus mengiba agar kau tetap di sini
Lihat aku duhai sayangku


Back to *









Thursday, October 13, 2011

A Little Story : Ketika Insan Jatuh Cinta

Hari ini (sebut aja Tria) masuk ke kelas dengan langkah riang. Mulutnya mendendangkan sebuah lagu bahagia. Pandangan matanya tak lepas dari (kita namain Alika), siswi yang kebetulan satu kelas sama Tria. Pandangan itu menunjukkan sesuatu yang berbeda dari Tria. Cara dia memandang Alika berbeda dengan dia memandang yang lainnya. Pandangannya begitu lekat.

LIhat aja kalau lagi ketemu sama Alika atau kalau kebetulan lagi papasan, Tria jadi salting alias salah tingkah. Tria juga tiap hari rajin SMS Alika, sehari minimal 3 kali kayak minum obat. Kalo lagi istirahat, pas Tria lagi ngumpul sama temen-temennya, mesti nggak lepas dari topik yang sama, yaitu about Alika. Pokoknya, tiada hari tanpa Alika deh! dengan begitu, yang dapat kita simpulkan adalah Tria sedang jatuh cinta pada Alika.

Malam ini ada yang berbeda dari SMS Tria yang dikirimkan pada Alika. Nggak hanya sekedar basa-basi dan penggombalan aja, tapi... udah masuk ke tahap berikutnya, pernyataan cinta! Alika jelas bingung mau jawab apa. Alika putuskan untuk tidak menjawab sekarang, Alika pun meminta Tria untuk memberikan waktu padanya. 

Dua hari berlalu, Alika belum memberikan jawaban. Tria pun tidak sabar untuk mendengar jawabannya. Dia galau berat. Saking galaunya, Tria sampe nyanyi-nyanyi lagu yang pokoknya berhubungan dengan pernyataan cinta. Apalagi Alika, sampe nangis!

Tapi, cerita seperti ini selalu happy ending, akhirnya, Tria dan Alika jadian dan mereka adalah pasangan bahagia! 


#Apa kalian pernah mengalami kejadian di atas? Kalo pernah gimana rasanya? Hehehe...





A Little Story by :


Cindy Permata Putr  

About My Dream


Inginku, membuat orang yang aku banggakan merasa bangga padaku juga...
Inginku, aku membahagiakan orang-orang itu dengan caraku sendiri...

Angan-anganku di masa lalu itu membuat aku bangkit dan aku percaya bahwa aku bisa, aku mampu, aku tahu, aku dapat. Tak pernah membayangkan apa yang akan terjadi di masa datang, bila di masa itu impianku harus aku simpan, tidak, harus aku buang!

Satu-satunya caraku tuk membahagiakan mereka harus kandas. Tak pernah kupikirkan juga bahwa kehadiranmu dan peristiwa-peristiwa yang lain telah hapus angan-angan indah, angan-angan yang paling aku ingin wujudkan di dunia ini. Peristiwa dan kehadiranmu yang tak kuinginkan membuat harapanku satu persatu jatuh tak dapat lagi digantung lagi di atas langit mimpiku! 


Wednesday, October 5, 2011

#Flashback: October, 5 2009

Masih ada kaitannya sama posting sebelumnya, posting ini masih ngebahas soal 5 Oktober dua tahun silam. Nggak, aku nggak akan cerita lagi. Aku cuma pengin memberikan kesan setelah 5 Oktober 2009 terjadi. Setelah itu, aku ngerasa serbasalah, dan gara-gara itu juga aku baru pertama kali ngerasain dan mengenal, oh itu toh yang namanya GALAU. Sakit banget ya ternyata? (-,-,__,-,-) Duniaku juga berubah drastis dan kayaknya nggak 180 derajat lagi, tapi udah 360 derajat! Tadinya yang biasa-biasa aja jadi luar biasa. Rasanya nggak bisa bedain seneng sama sedih, kayaknya sama aja. 

Aku semakin nggak ngerti sama kejadian ini. Aku juga nggak ngerti kenapa semuanya harus terjadi. Bayangin aja, dulu waktu SD paling-paling cuma setahun dan biasanya akan jadi berita basi setelah aku naik kelas. Tapi sekarang..? Mau lulus aja masih dibawa-bawa. Nggak selese-selese! Malah tambah nyebar ke orang di luar PAPB :o

Tapi aku nggak sepenuhnya menyesal dengan kejadian ini. Ada beberapa hikmah, diantaranya: 

A. Pelajaran yang bersangkutan ada peningkatan nilai dan pada mapel tsb tambah mudah    dimengerti. 
Udah dapet pelajaran ini dari SD. Tapi nilainya mesti dibawah KKM (memalukan). Semenjak kejadian ini nilai meningkat tajam. :D

B. Banyak teman dan kenalan baru.
Lebih mudah dapet temen dan lebih pede kalau kenalan sama orang. Yang paling penting, belajar bersosialisasi. Dari banyak temen inilah banyak yang bantu aku kalo kena masalah. Soal musuh nggak penting, yang penting masih ada temen yang ikhlas sama aku :)

C. Mendapatkan segenggam cinta 
Perlu dijelasin nggak ya? Mungkin bisa dibahas di lain waktu yaaa :D

Dengan kejadian kayak gini pokoknya dapet banyak pelajaran berharga selain tiga hal di atas. 

Yang buat aku galau berkaitan sama masalah ini adalah soal masa depan dan keterkaitan dengan masa lalu. Kalo dengan masa lalu berkaitan banget. Keterkaitan itu bisa diliat di sini.

Soal masa depan? Aku takutnya kalo besok udah lulus. Layaknya orang yang kecanduan narkoba kalo lagi sakaw, nah itu, kalau misalnya aku dah lepas, apa aku bakalan sakaw? Aku nggak pernah mau nebak masa depan. Aku juga gatau apa yang harus aku perbuat untuk itu. 

Sebenarnya masih banyak cerita-cerita yang berhubungan sama 5 Oktober 2009. Tapi aku nggak mau terlalu frontal dan panjang-panjang. Itu bisa dibahas lain kali, mungkin di posting yang lain. 

Soal ke-alay-an posting ini, aku nggak peduli. Ini semua apa adanya dan ini cuma buat mengenang aja. Sekian.


Syukran katsiran!

Love,

  Cindy Permata Putri

5 Oktober 2009


Posting ini di publish cuma buat ngingetin aja. Karena hari ini bakalan jadi 5 Oktober terakhir di PAPB. Cerita yang cukup singkat ini berpengaruh sama kehidupanku yang berubah 180 derajat. Hari ini, tepat 2 tahun setelah kejadian itu yang artinya kejadian ini akan terus berlangsung selama aku masih sekolah di PAPB.

Posting ini masih ada kaitannya sama The Arabica Trauma. Kejadian ini terjadi di kelas Bahasa 2 (kelas VIII A), jam 6-7 pelajaran bahasa arab, ceritanya gini:


Waktu itu, guru bahasa arabku lagi bahas kata ganti orang. para murid disuruh nyari mana yang merupakan kata ganti orang. dan para murid disuruh nyari itu di bacaan yang ditulis guruku. waktu itu aku lg aras-arasen bahasa arab (afwan pak!) jadinya aku gak merhatiin. Eh, tiba-tiba disuruh nyari kata ganti orang itu tadi! Karena aku gak keliatan (aku duduk di belakang), terus aku ngomong "pak aku nggak keliatan", guruku jawab, "yaa udah kamu tukeran sama Putri" dan.... Putri duduk PALING DEPAN POJOK DEKET PINTU ! aku disuruh duduk disitu sampe bahasa arab usai! padahal lagi males sama mapel yang satu ini! hadeeehhh -,-  tapi gak papa deh! terus aku jawab deh pertanyaan dari guruku dan alhamdullilah bisa jawab :D 

Isitirahat ke 2 tiba, pas itulah aku dijodoh'in samaaa ***** ***** yg jodohin aku itu ****** sampe sekarang aku masih sebel! terus abis itu si Fenad denger yang diomongin sama *****, yah terus kita kejar-kejaran + tempat pensilku diambil ma Fenad HAHA

Tapi itu adalah kenangan yang gak bakal terlupa buat aku dan kelas VII C! meski begitu juga, gara-gara kejadian itu aku jadi tambah sayang ma guru-guruku, terutama  Pak Rauna *askum pak :) 


I LOVE MY TEACHERS DAIMAN :)



syukran katsiran :D

Tuesday, October 4, 2011

My Memories with PAPB

Cerita ini sederhana dan pendek, tapi pengaruhnya ada sampe sekarang. Oke check this out!



Sampailah aku di sekolah itu. aku melihat suasana sekolah itu. ramai. murid" di situ kulihat berlalu-lalang. mungkin itu anak OSIS. aku masih bingung di mana teman"ku yg lain? aku berkeliling mencari mereka. Ternyata, mereka sudah duduk di tempat duduk yg telah disediakan untuk siswa kelas 6 yg mengikuti try out di skolah itu. akupun segera menghampiri mereka. berkumpul dan berbincang dgn mereka, demi membunuh waktu #HAHA-__-
setengah jam berlalu, keadaan menjadi tenang seketika karena MC dari acara ini telah naik ke atas panggung. aku yakin, MC yg saat itu sedang mempromosikan sekolah itu adalah guru dari sekolah itu. aku memperhatikan betul MC itu. berwibawa, ramah, sense of humor. itu yang kutangkap setelah memperhatikan MC tersebut. setelah itu, aku melihat tim paduan suara dari sekolah itu. bagus, batinku. jika aku bersekolah disini aku pasti bisa seperti mereka, pikirku. sejak itulah aku bercita-cita menjadi salah satu anggota paduan suara dimanapun aku sekolah nanti :)




aku nggak percaya. setelah 2 thn berlalu dari peristiwa itu.. saat iaku masih belum tau 


apaapa tentang sekolah itu. tak kusangka dan tak kukira ternyata orang yang kukenal 


sebagai MC di acara try out itu sekarang menjadi gruku ! 


bagaimana  tentang mimpiku ? terwujudkah ? haha aku harusnya bahagia karena jwbannya 


adalah TIDAK ! yaa, itu hanya angan-angan semata. takakan pernah terwujud untuk 


selamalamalamalamanyaaa T.T

haha impianku harus musnah ! mengapa harus terjadi ?!
selamat tinggal mimpiku yg indah.. selamat tinggal angan"ku.. selamat tinggal mimpi" dan ambisikuuu T.T



Saturday, October 1, 2011

Wajahmu Ingatkan Aku


wajahmu ingatkan aku
dengan dia yang telah tiada
tak bermaksud ku samakan kau dengan dia
aku tak tahu mengapa Tuhan
mempertemukan aku denganmu
aku cinta dia tapi takdir memisahkan

*kau datang di waktu yang tepat
kau mengisi sakit jiwaku
walau mungkin kau pun terluka
wajahmu ingatkan aku

aku sampai tak bisa bedakan
rasa bahagia dan rasa sedih
sejak aku anggap dia takkan tergantikan


back to (*)