Monday, October 24, 2011

I Made Him as My Hero, is it Wrong?

Aku kesepian sekarang. Aku berbagi dengan siapa? Aku cerita dengan siapa? Di saat galau seperti ini, aku tak mempunyai teman untuk berbagi keluh kesah. Rasanya aku seperti tertawa dan menangis sendiri. Namun semua itu berbeda ketika sang penghiburku datang. Dia selalu sembuhkan hatiku yang luka, hapus air mataku yang menetes dan selesaikan masalah yang menimpa diriku.

Tapi sepertinya hakku untuk memilih sang penghiburku terbatas. Haruskah aku memilih sang penghibur selain dirinya? Aku tak pernah bisa! Sejuta cara kulakukan agar aku mencari sang penghibur yang lain tapi hatiku hanya jatuh tepat pada dirinya. Kuakui itu.

Aku selalu iri melihat mereka bisa menentukan sang penghiburnya. Mereka bebas memilih dan  bencengkrama dengan sang penghiburnya. Sedangkan aku? Ketidakadilan yang aku dapat!

Oh Tuhan, aku hanya ingin ada seseorang yang dapat menjadi panutanku dan dapat menghiburku. Aku juga ingin seperti mereka yang bebas menentukan pilihannya. Tuhan, apakah pilihanku salah atau tak tepat? :'(

Apa karena aku tak cantik seperti mereka? Atau karena aku tak pandai? 

MENGAPA? :'(

Jika menurut kalian aku salah, nggak apa-apa. Tapi apakah kalian nggak ngerti aku butuh sang penghibur seperti dia? AKU JUGA INGIN, TEMAN! AKU INGIN!



Maaf dan terima kasih,


Cindy Permata Putri :)



No comments:

Post a Comment