Apa yang kamu bayangkan tentang Kota Apel? Kota penuh kenangan kah? Mungkin benar. Kota ini memang indah. Seperti julukannya, kota ini memang surganya pecinta apel. Udara yang dingin dan sejuk juga menjadi salah satu ciri khas kota ini. Beberapa tempat wisatanya yang menarik selalu ramai saat musim liburan tiba seperti sekarang ini.
Teringat akan kunjunganku setahun yang lalu ke kota itu. Saat musim liburan pula. Indah, itulah bayangan pertama kali aku mengunjungi kota ini.
Namun seketika itu juga, senyumku hilang. Hatiku terus gelisah! Entah apa yang waktu itu kurasakan. Haruskah ini kurasakan? Inikah yang disebut orang-orang GALAU? Ah, entahlah. Tapi waktu itu aku merasa terjebak dalam ruangan yang sangat gelap. Di mana pintu keluarnya? Batinku menangis sejadi-jadinya. I need a help!
Teringat akan kunjunganku setahun yang lalu ke kota itu. Saat musim liburan pula. Indah, itulah bayangan pertama kali aku mengunjungi kota ini.
Namun seketika itu juga, senyumku hilang. Hatiku terus gelisah! Entah apa yang waktu itu kurasakan. Haruskah ini kurasakan? Inikah yang disebut orang-orang GALAU? Ah, entahlah. Tapi waktu itu aku merasa terjebak dalam ruangan yang sangat gelap. Di mana pintu keluarnya? Batinku menangis sejadi-jadinya. I need a help!
Aku dapat keluar pada akhirnya. Walaupun hatiku masih terkurung dalam ruangan gelap itu. Masih jelas bayang-bayang yang terasa nyata, menyayat dan membunuhku perlahan. Serigala itu telah keluar dari masa silamku!
Dan dia! Dia yang membuatku tersiksa selama ini! Dia menyobek hatiku sesukanya. Kurang tegakah dia? Apa maunya?
Terkadang aku sadar, pada akhirnya dia lah yang menghiburku dan membuatku tersenyum kembali. Aku tidak bisa membenci dia sepenuhnya. Dia cahaya hatiku! Dia membuatku kembali jatuh ke pelukan hangatnya. Namun... dia juga yang membuatku menitikkan air mata...
Hari demi hari, bulan demi bulan berganti. Orang-orang mulai menyalahkanku. Mereka bilang akulah penyebab jatuhnya aku ke ruangan gelap itu. Tidak! Bukan aku yang melakukannya! Ini memang sudah terjadi karena takdir! MEREKA TAK MENDENGAR TERIAKANKU!
Beberapa orang kebanyakan bukannya membantuku keluar dari jeratan masa lalu, mereka malah MENGINGATKANNYA! Apakah tangis hatiku tak terdengar? :'(
Ternyata benar. Kembali pada dia, ternyata selama ini tindakanku untuk mencoba melupakan dan memaksa hatiku membencinya adalah salah. Tujuannya ternyata selama ini baik, dia ingin tenangkan hatiku yang gundah. Bodohnya aku! Kenapa aku baru sadar sekarang? Padahal dia yang telah sembuhkan psikis ku yang sakit, tapi aku baru berterima kasih sekarang. Dan aku baru sadar, aku keluar dari ruangan itu tak sendiri. Dia membantuku. Dia sang penghibur yang selama ini kucari. Dia adalah kebaikan yang selama ini tersembunyi.
Dia, melalui pesan singkatnya, telah temukan kembali senyumku, yang hilang diambil Kota Apel :)
Dia, melalui pesan singkatnya, telah temukan kembali senyumku, yang hilang diambil Kota Apel :)
NB:
- Tulisan ini dibuat hanya sekedar untuk mengenang dan mengapresiasikan isi hati. Maaf jika ada yang merasa tersinggung. Tidak ada unsur kesengajaan.
- Saya belum pernah merasakan GALAU sebelum ke kota ini. Hihi
Sorry and Thanks,
Cindy Permata Putri ♥

No comments:
Post a Comment