Friday, December 20, 2013

#Flashback: Pesan Singkat di Kota Apel (Part III)

>> Posting sebelumnya Part I 
                                   Part II

Masih teringat jelas, pesan-pesan singkat yang pernah membangkitkan aku setelah terjatuh pada lubang gelap. Pesan singkatmu telah membantuku mengambil kembali senyumku yang telah dirampas Kota Apel malam itu.

Namun aku merasa kini berbeda, pesan singkatmu malah justru berusaha merebut kembali senyumku. Pesan singkatmu dan kamu sebagai pengirimnya mungkin kini malah lebih suka membuat air mataku menetes dan merobek hatiku sesukanya. Apa yang ada dalam pikiranmu saat ini? Aku benar-benar tidak paham jalan pikiranmu.

Aku mencoba lebih dewasa. Memang benar aku kecewa, tapi aku berusaha lebih tenang. Mungkin tak seharusnya aku lebih jauh berpikir tentang kamu. Aku (mungkin) sebenarnya telah mengetahui dari awal. Namun aku mencoba berpikir sepositif mungkin, bahwa pesan singkatmu adalah tulus, tidak hanya ingin menyenangkan hatiku saja. Tapi ternyata itu memang benar.

Terima kasih karena pesan singkatmu pernah mewarnai hidupku dan menjadi bagian hidupku. Kamu tahu? Semua yang pernah menjadi bagian hidupku adalah penting. Pesan singkatmu telah membantuku menyembuhkan sakit psikisku meski hanya sekedar kata-kata. Aku menghargai niat baikmu untuk menghiburku dan menenangkanku.

Sekarang, kamu tak usah lagi mencariku, mencari tahu bagaimana keadaanku. Aku baik di sini. Uruslah urusanmu yang lebih penting, Karena aku tidak lagi penting bagimu. Aku beban untukmu. Aku mengerti. Tidak usah sok merindukanku. Sudah aku bilang, aku akan baik-baik saja

Aku sudah benar-benar lelah. Aku tidak ingin mengingat semuanya kembali. Aku memang akan berusaha melupakan sakitnya, namun aku berusaha mengambil hikmah dan pelajaran dibalik semua ini

Mungkin ini posting 20-21 Desember yang terakhir. Aku akan tetap merindukan semuanya. Aku takkan secepat itu untuk melupakan peristiwa besar. Seiring berjalannya waktu, aku pasti bisa melewatinya. Aku yakin.


Sekali lagi terima kasih. :)




With Love,
Cindy Permata Putri. :)

No comments:

Post a Comment