Tuesday, April 19, 2016

It's Me. It's All About Me

Hai, aku  Cindy Permata. Panggil saja Cindy. Aku anak pertama dari dua bersaudara. Aku punya seorang adik laki-laki.

Aku ini orang yang moody, kadang ceroboh, gampang tersinggung. Aku mudah simpati terhadap orang, gampang kasihan dengan orang, dan aku sering baper-an  alias bawa-bawa perasaan. Aku juga orang yang pemikir, segala sesuatu dan masalah selalu menjadi beban pikiranku

Sebagai orang yang suka baper, tentu saja aku punya banyak cerita dramatis, Salah satunya yaitu saat aku kelas 2 SMA. Ketika itu aku berpacaran dengan teman sekelasku. Semuanya baik-baik saja. Sampai pada akhirnya pacarku ketahuan selingkuh. Aku sangat sakit hati. Bahkan aku sampai terkena maag, padahal sebelumnya aku tak pernah terserang maag. Berat badanku pun sempat turun.

Gaya pengasuhan orang tuaku cenderung otoritatif, meskipun terkadang ayahku sedikit keras dan memaksakan peraturan karena ada trauma-trauma tertentu yang dialaminya yang tak bisa dijelaskan.

Sejak kelas 2 SMP, aku mulai punya keinginan, tapi waktu itu hanya keinginan. Keinginan ini muncul karena dulu aku tiba-tiba ingat suatu kejadian saat TK, yang sampai sekarang masih kuingat dengan jelas. Aku melihat sendiri seorang temanku menerima penyiksaan oleh seseorang. Aku ketakutan. Tapi aku yang masih kecil tak tahu apa yang harus kuperbuat dan aku pun hanya duduk terdiam sambil memendam rasa takut. Aku merasa jengkel, kenapa orang dewasa itu terlihat kejam dengan anak-anak. Sampai saat aku kelas 3 SMP, aku mulai sering mencari tahu tentang bidang yang menjadi keinginanku tersebut. Tentang apa yang harus aku lakukan di SMA untuk bisa setidaknya masuk kuliah ke fakultas tersebut. Keinginan itu adalah menjadi Psikolog.

Ya, sudah pasti saat SMA, kengototanku dengan Psikologi semakin menjadi-jadi. Saat jalur SNMPTN, aku mendaftar di prodi Psikologi di dua PTN. Hasilnya? Aku ditolak. Jujur, aku sedih banget sampe nangis. Pikirku ini kesempatanku satu-satunya untuk masuk di Psikologi PTN tersebut. Karena aku dari SMA IPA, berarti aku harus mengikuti tes SBMPTN Soshum. Saintek saja kesusahan , apalagi harus belsajar pelajaran Soshum.

Tapi sebelum UN, karena aku tahu diri bahwa SNMPTN adalah PHP alias pemberi harapan palsu, maka mendaftarlah aku ke PTS. Saat daftar PTS, cukup galau karena aku mencari PTS yang terdapat prodi Psikologi. Setelah survei di dalam dan luar kota dan atas rekomendasi dari guru BK, maka mendaftarlah aku ke Unika Soegijapranata.

Di sini masih harus galau lagi. Karena aku adalah muslim dan Unika adalah universitas dibawah yayasan Katolik. Keluarga mulai khawatir tentang ini dan itu. Jujur saja, aku sudah mulai sedikit jatuh hati dengan kampus ungu ini. Tapi setelah pertimbangan yang berbagai macam akhirnya aku mendaftar. Salah satu pertimbangannya karena saat itu jalur prestasi atau jalur tanpa tes masih dibuka. (more story click:  About My Dream (2))

Konflik id dan superego yang sering terjadi di dalam diriku adalah ketika aku akan responsi atau ujian. Aku sangat malas sekali membuka buku, tapi aku juga khawatir jika aku tidak belajar, aku tidak dapat mengerjakan test dengan baik.

Aku selalu menggunakan mekanisme pertahanan diri rasionalisasi, misalnya saat aku akan mengikuti UKM. Jujur saja, aku kurang minat pada UKM yang aku ikuti ini. Maka dari itu, setiap akan ada latihan aku selalu beralasan “sedang banyak tugas” atau “besok ada responsi”.

Aku ini orang yang tegar yang aku tampilkan sebagai personaku. Padahal shadowku, diriku yang sesungguhnya, banyak masalah yang menimpaku, banyak sedih yang kurasakan. Ketika aku di kampus bertemu dengan teman-teman, berkumpul dengan keluargaku, aku tampak selalu tertawa terbahak-bahak dan banyak senyum, untuk menutupi kesedihanku


Seperti yang sudah aku jelaskan di atas, aku adalah anak pertama dari dua bersaudara. Status urutan kelahiran sebagai anak sulung menjadikanku pribadi yang serius, lebih teratur, juga lebih ambisius meskipun sejak kuliah ini rasa ambisiusku semakin berkurang.


Itulah deskripsi tentang diriku dan bagaimana kisah hidupku. Terima kasih sudah membaca. Semoga bermanfaat. :)







NB:


Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Kepribadian. Udah lama pengen posting dengan format kayak gini, dan baru kesampaian. Hope you enjoy. Happy reading :)


No comments:

Post a Comment