Hai, aku Cindy Permata. Panggil saja Cindy. Aku anak
pertama dari dua bersaudara. Aku punya seorang adik laki-laki.
Aku ini orang yang moody, kadang ceroboh, gampang
tersinggung. Aku mudah simpati terhadap orang, gampang kasihan dengan orang,
dan aku sering baper-an alias bawa-bawa
perasaan. Aku juga orang yang pemikir, segala sesuatu dan masalah selalu
menjadi beban pikiranku
Sebagai orang yang suka baper, tentu saja
aku punya banyak cerita dramatis, Salah satunya yaitu saat aku kelas 2 SMA.
Ketika itu aku berpacaran dengan teman sekelasku. Semuanya baik-baik saja.
Sampai pada akhirnya pacarku ketahuan selingkuh. Aku sangat sakit hati. Bahkan
aku sampai terkena maag, padahal sebelumnya aku tak pernah terserang maag.
Berat badanku pun sempat turun.
Gaya pengasuhan orang tuaku cenderung
otoritatif, meskipun terkadang ayahku sedikit keras dan memaksakan peraturan
karena ada trauma-trauma tertentu yang dialaminya yang tak bisa dijelaskan.
Sejak kelas 2 SMP, aku mulai punya
keinginan, tapi waktu itu hanya keinginan. Keinginan ini muncul karena dulu aku
tiba-tiba ingat suatu kejadian saat TK, yang sampai sekarang masih kuingat
dengan jelas. Aku melihat sendiri seorang temanku menerima penyiksaan oleh
seseorang. Aku ketakutan. Tapi aku yang masih kecil tak tahu apa yang harus
kuperbuat dan aku pun hanya duduk terdiam sambil memendam rasa takut. Aku
merasa jengkel, kenapa orang dewasa itu terlihat kejam dengan anak-anak. Sampai
saat aku kelas 3 SMP, aku mulai sering mencari tahu tentang bidang yang menjadi
keinginanku tersebut. Tentang apa yang harus aku lakukan di SMA untuk bisa
setidaknya masuk kuliah ke fakultas tersebut. Keinginan itu adalah menjadi
Psikolog.
Ya, sudah pasti saat SMA, kengototanku
dengan Psikologi semakin menjadi-jadi. Saat jalur SNMPTN, aku mendaftar di
prodi Psikologi di dua PTN. Hasilnya? Aku ditolak. Jujur, aku sedih banget
sampe nangis. Pikirku ini kesempatanku satu-satunya untuk masuk di Psikologi
PTN tersebut. Karena aku dari SMA IPA, berarti aku harus mengikuti tes SBMPTN
Soshum. Saintek saja kesusahan , apalagi harus belsajar pelajaran Soshum.
Tapi sebelum UN, karena aku tahu diri
bahwa SNMPTN adalah PHP alias pemberi harapan palsu, maka mendaftarlah aku ke
PTS. Saat daftar PTS, cukup galau karena aku mencari PTS yang terdapat prodi
Psikologi. Setelah survei di dalam dan luar kota dan atas rekomendasi dari guru
BK, maka mendaftarlah aku ke Unika Soegijapranata.
Di sini masih harus galau lagi.
Karena aku adalah muslim dan Unika adalah universitas dibawah yayasan Katolik.
Keluarga mulai khawatir tentang ini dan itu. Jujur saja, aku sudah mulai
sedikit jatuh hati dengan kampus ungu ini. Tapi setelah pertimbangan yang
berbagai macam akhirnya aku mendaftar. Salah satu pertimbangannya karena saat
itu jalur prestasi atau jalur tanpa tes masih dibuka. (more story click: About My Dream (2))
Konflik id dan superego yang sering
terjadi di dalam diriku adalah ketika aku akan responsi atau ujian. Aku sangat
malas sekali membuka buku, tapi aku juga khawatir jika aku tidak belajar, aku
tidak dapat mengerjakan test dengan baik.
Aku selalu menggunakan mekanisme
pertahanan diri rasionalisasi, misalnya
saat aku akan mengikuti UKM. Jujur saja, aku kurang minat pada UKM yang aku
ikuti ini. Maka dari itu, setiap akan ada latihan aku selalu beralasan “sedang
banyak tugas” atau “besok ada responsi”.
Aku ini orang yang tegar yang aku
tampilkan sebagai personaku. Padahal shadowku, diriku yang sesungguhnya, banyak
masalah yang menimpaku, banyak sedih yang kurasakan. Ketika aku di kampus
bertemu dengan teman-teman, berkumpul dengan keluargaku, aku tampak selalu
tertawa terbahak-bahak dan banyak senyum, untuk menutupi kesedihanku
Seperti yang sudah aku jelaskan di
atas, aku adalah anak pertama dari dua bersaudara. Status urutan kelahiran sebagai anak sulung
menjadikanku pribadi yang serius, lebih teratur, juga lebih ambisius meskipun
sejak kuliah ini rasa ambisiusku semakin berkurang.
Itulah deskripsi tentang diriku dan bagaimana kisah hidupku. Terima
kasih sudah membaca. Semoga bermanfaat. :)
NB:
Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori
Kepribadian. Udah lama pengen posting dengan format kayak gini, dan baru
kesampaian. Hope you enjoy. Happy reading :)
No comments:
Post a Comment