Jika ada cara ada cara baru tuk mengungkap rasa rindu
Aku ingin tahu
Jika ada cara yang belum dicipta untuk cinta
Aku ingin bisa
Saat semua kata kehilangan makna
Saat segala upaya terasa hampa
Sekaranglah itu beginilah aku
Berdiam tanpa daya hanya karena kehadiranmu
Sementara jiwaku ingin berseru
Setengah mati ingin ku bilang
Jika ada nada baru tuk nyanyikan lagu cinta
Aku kan bernyanyi
Jika ada kata yang belum dicipta oleh pujangga
Aku kan bersuara
Saat semua resah meluluh sayapnya
Saat yang ku miliki hanya nafas ini
Sekaranglah itu beginilah aku
Hanya detak jantungku yang mampu jujur kepadamu
Sementara lidahku beku dan kelu
Setengah mati ingin menghilang
Jika mampu ku bawa engkau menembus ruang dan waktu
Ku ingin pergi percuma di sini
Jika mampu ku menyatu dalam darahmu
Agar engkau tahu
Apa yang ku rasakan
Apa yang kau dengarkan
Bukan lagu cinta
Tuesday, October 18, 2011
Monday, October 17, 2011
Pelangi di Matamu ♥
30 menit kita di sini tanpa suara
dan aku resah harus menunggu lama
kata darimu
kata darimu
mungkin butuh kursus
merangkai kata
untuk bicara
merangkai kata
untuk bicara
*dan aku benci
harus jujur padamu
tentang semua ini
tentang semua ini
jam dinding pun tertawa
karena ku hanya diam
dan membisu
dan membisu
ingin ku maki
diriku sendiri
yang tak berkutik di depanmu
diriku sendiri
yang tak berkutik di depanmu
ada yang lain di senyummu
yang membuat lidahku
gugup tak bergerak
yang membuat lidahku
gugup tak bergerak
ada pelangi di bola matamu
dan memaksa diri tuk bilang
aku sayang padamu
dan memaksa diri tuk bilang
aku sayang padamu
mungkin sabtu nanti
ku ungkap semua
isi di hati
ku ungkap semua
isi di hati
back to *
Sunday, October 16, 2011
Salahkah Aku Terlalu Mencintaimu
Kutatap dua bola matamu
Tersirat apa yang kan terjadi
Kau ingin pergi dariku
Meninggalkan semua kenangan
Menutup lembaran cerita
Oh sayangku aku tak mau
Kutahu semua akan berakhir
Tapi ku tak rela lepaskanmu
Kau tanya mengapa aku tak ingin pergi darimu
Dan mulutku diam membisu
*Salahkah bila diriku terlalu mencintaimu
Jangan tanyakan mengapa karena ku tak tahu
Aku pun tak ingin bila kau pergi tinggalkan aku
Masihkan ada hasratmu tuk mencintaiku lagi
Apakah yang harus aku lakukan
Tuk menarik perhatianmu lagi
Walaupun harus mengiba agar kau tetap di sini
Lihat aku duhai sayangku
Back to *
Tersirat apa yang kan terjadi
Kau ingin pergi dariku
Meninggalkan semua kenangan
Menutup lembaran cerita
Oh sayangku aku tak mau
Kutahu semua akan berakhir
Tapi ku tak rela lepaskanmu
Kau tanya mengapa aku tak ingin pergi darimu
Dan mulutku diam membisu
*Salahkah bila diriku terlalu mencintaimu
Jangan tanyakan mengapa karena ku tak tahu
Aku pun tak ingin bila kau pergi tinggalkan aku
Masihkan ada hasratmu tuk mencintaiku lagi
Apakah yang harus aku lakukan
Tuk menarik perhatianmu lagi
Walaupun harus mengiba agar kau tetap di sini
Lihat aku duhai sayangku
Back to *
Thursday, October 13, 2011
A Little Story : Ketika Insan Jatuh Cinta
Hari ini (sebut aja Tria) masuk ke kelas dengan langkah riang. Mulutnya mendendangkan sebuah lagu bahagia. Pandangan matanya tak lepas dari (kita namain Alika), siswi yang kebetulan satu kelas sama Tria. Pandangan itu menunjukkan sesuatu yang berbeda dari Tria. Cara dia memandang Alika berbeda dengan dia memandang yang lainnya. Pandangannya begitu lekat.
LIhat aja kalau lagi ketemu sama Alika atau kalau kebetulan lagi papasan, Tria jadi salting alias salah tingkah. Tria juga tiap hari rajin SMS Alika, sehari minimal 3 kali kayak minum obat. Kalo lagi istirahat, pas Tria lagi ngumpul sama temen-temennya, mesti nggak lepas dari topik yang sama, yaitu about Alika. Pokoknya, tiada hari tanpa Alika deh! dengan begitu, yang dapat kita simpulkan adalah Tria sedang jatuh cinta pada Alika.
Malam ini ada yang berbeda dari SMS Tria yang dikirimkan pada Alika. Nggak hanya sekedar basa-basi dan penggombalan aja, tapi... udah masuk ke tahap berikutnya, pernyataan cinta! Alika jelas bingung mau jawab apa. Alika putuskan untuk tidak menjawab sekarang, Alika pun meminta Tria untuk memberikan waktu padanya.
Dua hari berlalu, Alika belum memberikan jawaban. Tria pun tidak sabar untuk mendengar jawabannya. Dia galau berat. Saking galaunya, Tria sampe nyanyi-nyanyi lagu yang pokoknya berhubungan dengan pernyataan cinta. Apalagi Alika, sampe nangis!
Tapi, cerita seperti ini selalu happy ending, akhirnya, Tria dan Alika jadian dan mereka adalah pasangan bahagia!
#Apa kalian pernah mengalami kejadian di atas? Kalo pernah gimana rasanya? Hehehe...
A Little Story by :
Cindy Permata Putri ♥
About My Dream
Inginku, membuat orang yang aku banggakan merasa bangga padaku juga...
Inginku, aku membahagiakan orang-orang itu dengan caraku sendiri...
Angan-anganku di masa lalu itu membuat aku bangkit dan aku percaya bahwa aku bisa, aku mampu, aku tahu, aku dapat. Tak pernah membayangkan apa yang akan terjadi di masa datang, bila di masa itu impianku harus aku simpan, tidak, harus aku buang!
Satu-satunya caraku tuk membahagiakan mereka harus kandas. Tak pernah kupikirkan juga bahwa kehadiranmu dan peristiwa-peristiwa yang lain telah hapus angan-angan indah, angan-angan yang paling aku ingin wujudkan di dunia ini. Peristiwa dan kehadiranmu yang tak kuinginkan membuat harapanku satu persatu jatuh tak dapat lagi digantung lagi di atas langit mimpiku!
Wednesday, October 5, 2011
#Flashback: October, 5 2009
Masih ada kaitannya sama posting sebelumnya, posting ini masih ngebahas soal 5 Oktober dua tahun silam. Nggak, aku nggak akan cerita lagi. Aku cuma pengin memberikan kesan setelah 5 Oktober 2009 terjadi. Setelah itu, aku ngerasa serbasalah, dan gara-gara itu juga aku baru pertama kali ngerasain dan mengenal, oh itu toh yang namanya GALAU. Sakit banget ya ternyata? (-,-,__,-,-) Duniaku juga berubah drastis dan kayaknya nggak 180 derajat lagi, tapi udah 360 derajat! Tadinya yang biasa-biasa aja jadi luar biasa. Rasanya nggak bisa bedain seneng sama sedih, kayaknya sama aja.
Aku semakin nggak ngerti sama kejadian ini. Aku juga nggak ngerti kenapa semuanya harus terjadi. Bayangin aja, dulu waktu SD paling-paling cuma setahun dan biasanya akan jadi berita basi setelah aku naik kelas. Tapi sekarang..? Mau lulus aja masih dibawa-bawa. Nggak selese-selese! Malah tambah nyebar ke orang di luar PAPB :o
Tapi aku nggak sepenuhnya menyesal dengan kejadian ini. Ada beberapa hikmah, diantaranya:
A. Pelajaran yang bersangkutan ada peningkatan nilai dan pada mapel tsb tambah mudah dimengerti.
Udah dapet pelajaran ini dari SD. Tapi nilainya mesti dibawah KKM (memalukan). Semenjak kejadian ini nilai meningkat tajam. :D
B. Banyak teman dan kenalan baru.
Lebih mudah dapet temen dan lebih pede kalau kenalan sama orang. Yang paling penting, belajar bersosialisasi. Dari banyak temen inilah banyak yang bantu aku kalo kena masalah. Soal musuh nggak penting, yang penting masih ada temen yang ikhlas sama aku :)
C. Mendapatkan segenggam cinta
Perlu dijelasin nggak ya? Mungkin bisa dibahas di lain waktu yaaa :D
Dengan kejadian kayak gini pokoknya dapet banyak pelajaran berharga selain tiga hal di atas.
Yang buat aku galau berkaitan sama masalah ini adalah soal masa depan dan keterkaitan dengan masa lalu. Kalo dengan masa lalu berkaitan banget. Keterkaitan itu bisa diliat di sini.
Soal masa depan? Aku takutnya kalo besok udah lulus. Layaknya orang yang kecanduan narkoba kalo lagi sakaw, nah itu, kalau misalnya aku dah lepas, apa aku bakalan sakaw? Aku nggak pernah mau nebak masa depan. Aku juga gatau apa yang harus aku perbuat untuk itu.
Sebenarnya masih banyak cerita-cerita yang berhubungan sama 5 Oktober 2009. Tapi aku nggak mau terlalu frontal dan panjang-panjang. Itu bisa dibahas lain kali, mungkin di posting yang lain.
Soal ke-alay-an posting ini, aku nggak peduli. Ini semua apa adanya dan ini cuma buat mengenang aja. Sekian.
Syukran katsiran!
Love,
Cindy Permata Putri
5 Oktober 2009
Posting ini masih ada kaitannya sama The Arabica Trauma. Kejadian ini terjadi di kelas Bahasa 2 (kelas VIII A), jam 6-7 pelajaran bahasa arab, ceritanya gini:
Isitirahat ke 2 tiba, pas itulah aku dijodoh'in samaaa ***** ***** yg jodohin aku itu ****** sampe sekarang aku masih sebel! terus abis itu si Fenad denger yang diomongin sama *****, yah terus kita kejar-kejaran + tempat pensilku diambil ma Fenad HAHA
Tapi itu adalah kenangan yang gak bakal terlupa buat aku dan kelas VII C! meski begitu juga, gara-gara kejadian itu aku jadi tambah sayang ma guru-guruku, terutama Pak Rauna *askum pak :)
I LOVE MY TEACHERS DAIMAN :)
syukran katsiran :D
Subscribe to:
Posts (Atom)
