Monday, March 25, 2013

A Letter to (You and) Your Heart.




From        : My Heart
To             : You and Your heart

Hai, sudah lama ya aku tidak berjumpa dan memberi kabar untukmu.  Walaupun kamu tidak (mau) ingat denganku, aku akan selalu ingat kamu  di manapun dan kapanpun.

Mungkin saat membaca surat ini,  kamu akan menertawakan surat ini bersama teman-temanmu. Kamu mungkin anggap surat yang aku tulis tidaklah penting bagimu.  Tapi kamu tahu? Justru tertwaanmu yang mengejek itu adalah salah satu bagian yang kurindukan bagimu. Aku harusnya mengerti, betapa bodohnya aku menulis surat ini untukmu.  Dan aku tambah terlihat bodoh jika aku merindukanmu dan mempedulikanmu. Tapi aku tak peduli. Aku memang benar-benar rindu kamu! Sesuatu yang dipaksakan itu memang tidak baik, maka, aku tidak memaksamu untuk mengingatku, merinduku, apalagi kembali seperti kamu yang dulu. Aku bukannya sok tahu tentang kamu, tapi aku tahu, hatimu masih menyimpan sisa-sisa kenangan itu. Jauh dibalik ini, kamu itu masih sama kayak dulu. Aku tahu yang kamu rasakan.

Maaf jika aku memaksamu selama ini. Aku sekarang mengerti. Semoga sekarang kamu mengerti juga.




Syukran,
With Love.


posting sebelumnya  A Letter to Your Heart

Sunday, February 10, 2013

二 月 十 号 (Èr Yuè Shí Hào) || 10/02 *Part II*

Posting sebelumnya Èr Yuè Shí Hào || 10/02


Mungkin aku berlebihan, menulis tentang ini. 
Mungkin aku berlebihan, menunjukkan bahwa saya masih ingat.
Mungkin aku berlebihan, mempedulikan tanggal ini dan menjadikannya hari istimewa.
Mungkin aku berlebihan, menganggap semua ini penting dan sesuatu yang harus dirayakan.

Tahun ini, 10 Februari memang sangat berbeda. Satu yang harus Anda ketahui, jarak ratusan meter, status yang berbeda, dan perputaran waktu bukanlah sesuatu yang membuat saya jadi berubah dan melupakan semua yang telah dilewati. Semua orang yang pernah menjadi bagian dalam kehidupan saya adalah penting, termasuk Anda. Anda adalah salah satu orang diantara banyak orang yang harus saya kenang. 
Semua yang saya tulis ini hanya sekedar posting singkat yang (mungkin) tidak bermakna. Saya hanya ingin menulis. Menulis dengan sepenuh hati. 


Selamat tanggal 10 Februari. Selamat ulang tahun. Panjang umur dan semoga semua yang terbaik untuk Anda :)







Minggu, 10 Februari 2013

Syukran.
Seseorang yang selalu menganggap Anda penting,

Cindy Permata Putri :)




Sunday, January 20, 2013

Pleng Tee Chun Mai Dai Tang (Ost Suckseed)


Thai lyrics:

ah mai praw ..
mai meuan pleng tua pai..
tae gub chun
pleng nee chang mee kwarm mai..
tae la sieng took toy kum..
tee kian long pai oh~
jark roy yim kaung tur..
tee hai mah..
mun bung kup pahkk gai..
hai seu kwarm mai..
pun kum raung tee klaung jaung..
gub kwarm nai jai..
tur roo reu mai tee chun tum dai..
gaw pen praw wah tur tung nun…

gaw pleng pleng ne tee dai fung nun..
chun mai dai tang tur roo mai..
mai bung aht rauk na kon dee..
woh oh~ roo reu plow..
wah krai tee kian pleng nee..
juum ow wai haii dee dee..

wah pleng pleng nee tee dai fung nun..
chun mai dai tang tur roo mai..
mai ung aht rauk na koon dee..
woh ohh~ roo reu plow..
wah krai tee kiang pleng nee..
jum ow wai hai dee dee..
kon nun keu tur..
tur roo reu mai tee chum tum dai..
gaw pen praw wah tur tung nun..


Indonesian translate:

Lagu ini mungkin tak seindah lagu lain.
Tapi lagu ini mempunyai arti yang dalam untukku.
Dan setiap kata-kata yang tertulis disini,
berasal dari senyuman yang aku dapat darimu.
Mendorong pena ini untuk menyampaikan arti ini.

Lagu yang kau dengarkan ini,
kau tahu aku tidak menulisnya.
Aku tidak berani mengakuinya, sayangku.
Hanya ingin kau tahu dan ingat bahwa,
orang yang menginspirasikan lagu ini...

Aku tidak berani mengakuinya, sayangku.
Hanya ingin kau tahu dan ingat bahwa,
orang itu adalah kau.

Friday, December 21, 2012

#Flashback: Pesan Singkat di Kota Apel (Part II)


On the Rainbow, Kota Apel, 21 Desember 2010, hari kedua.

Adzan Subuh mengeluarkanku dari dunia mimpi kelam. Kuputuskan untuk tak langsung bangun. Udara yang sangat dingin maembuatku malas untuk sekedar menjejakkan kakiku ke lantai. Masih jelas terbayang kejadian yang membuatku terjatuh dalam lubang gelap, dunia nyata kelam bagai mimpi. Terlarut dalam penyesalan yang tak kunjung pergi. 

Namun, aku tidak terlalu lama aku terlarut, aku teringat kembali, pesan singkatmu telah mengembalikan senyumku yang dirampas kota apel semalam. Aku mengharapkan pesan singkatmu kembali. Yang membangunkan aku, melelapkan aku yang tak dapat tidur, dan kembali meletakkan senyum dan tawa di bibirku. 

Dan hari ini, ku ucapkan selamat tinggal untuk Kota Apel, adakah aku kembali ia merampas atau justru meletakkan kembali senyumku?

Jembatan Penghubung Kenangan, Kota Pahlawan, 21 Desember 2010, malam terakhir.

Lampu-lampu jembatan bertebaran indah, Membuat yang melihatnya ingin turun dari kendaraan dan melihat dari dekat. Dan keiinginan itu jadi kenyataan. Aku berhenti di sebuah tempat yang satu lajurnya menjual berbagai souvenir. Memang tidak berhenti tepat di jembatan. Tapi tempat ini, membuatku merasakan arti kebersamaan, bersama denganmu utamanya, melihat senyum jahatmu, membaca pesan singkatmu, perhatian-perhatianmu, canda dan tawa jahatmu. 
Dan itu tepat pukul 22.15, aku merasakan arti sebuah kenangan dan kebersamaan :')

Kota Lunpia, 21 Desember 2012, Pukul 22.15.

Hai, ini dua tahun berlalu. Semuanya masih terkenang. Dan itu pesan singkatmu di Kota Apel, yang membuat senyum ini terus mengembang. Adakah pesan singkat itu hadir kembali di tengah-tengah hidupku?

Kamu harus tahu, AKU RINDU SEMUANYA :')





The little note:

Hi, sudah beberapa bulan nggak nulis ya :) Aku kembali. Dan kalian tahu apa alasanku kembali? Pengirim pesan singkat itu menginginkanku untuk menulis lagi tentangnya. Dia menyukainya. Tulisan ini sekaligus kelanjutan dari part sebelumnya. Ada beberapa bagian yang belum sempat diceritakan. Thanks for reading :)



With Love,


Cindy Permata Putri :)


Thursday, December 20, 2012

Someday



I don’t know how much longer
That I have to put up with everything
I’ve been hiding all the truth inside my heart
Everytime we meet
Everytime you turn face to me
Though I look indifferent
Do you know how much i have to force myself?
Can you hear my heart calling for you, loving you?
But I can’t open my heart for anyone to know
Can you hear it?
My heart keeps waiting there for you
Waiting for you open it
and hope you will realize..
Someday

Though I love you
Though I feel
but deep down inside, I don’t dare to tell you
Everytime we meet
Everytime you turn face to me
Though I look indifferent
Do you know how much i have to force myself?