Tuesday, November 26, 2013

#Flashback: Duapuluhenam November Duaribusepuluh (Part 2)

Hai, apa kabar kamu? 

Aku harap, kamu baik-baik saja.
Aku harap, kamu dalam keadaan sehat

3 tahun yang lalu, aku tidak mengerti apa yang terjadi. Pagi itu, aku melihatmu, nyata dan jelas. Tapi, mengapa kamu menghilang. Aku seperti tak mengerti perasaanku sendiri. Aku kehilanganmu!

Aku menangis sejadi-jadinya. Aku berteriak sekencang-kencangnya. Kupanggil namamu berkali-kali, tidak ada tanda-tanda keberadaanmu. Kamu di mana?
Namun mengapa dalam hati aku masih bertanya. Kamu ke mana?

"Aku takkan hilang, aku di sini, di hatimu"

Aku tunggu kabar darimu. Aku sangat ingin bertemu denganmu. 





With Love,
Cindy Permata Putri

Saturday, October 5, 2013

05 Oktober 2009 (+ Happy Birthday Song by Summer Twins)

   5 Oktober! Sebenernya tanggal 5 oktober itu ada apaan sih? Bosen gak bosen, buka lagi link ini.

Kejadian itu sebenernya udah lama, 4 tahun yang lalu. Tapi seakan-akan selalu ada jalan agar aku tak akan lupa kejadian itu. Disaat semuanya telah hilang lenyap dari hati dan pikiran (Sebenernya gak lenyap, itu bohong), sosokmu kembali lagi menemuiku. Kuperhatikan wajahnya, mengapa kamu sangat berbeda dari 4 tahun yang lalu, saat pertama kali kita bertemu? Kuperhatikan cara dia bicara, sudah bisa dikenali, itu memang kamu. Kadang kata-katanya yang membuatku galau itu selalu mengena di hati. Kuperhatikan sekali lagi wajahnya, ini bukan kamu!
Kamu masih di tempat yang sama, tempat di mana kita pertama kali bertemu. Tapi di saat yang sama, aku berada di tempat yang berbeda, tempat yang (tak) mungkin kau kunjungi. Kini aku mulai yakin, ini bukan dirimu. Lantas, siapa yang kini sedang dihadapanku?
Bukan, ini bukan kamu, ini adalah cerminan masa lalu dan kinimu, yang (mungkin) sengaja Tuhan kirimkan padaku agar aku tak lupa pada sosokmu yang pernah menjadi inspirasi bagiku.
Untuk cerminan masa lalumu, kuharap dia selalu mengerti tentang aku, seperti kamu yang selalu mengerti segala baik dan burukku.
Selamat tanggal 5 Oktober :)
NB: Hai, tunggu, aku punya lagu ulang tahun buat semua orang-orang spesialku yang merayakan ulang tahunnya di hari spesialku ini. Happy birthday!




Tuesday, July 9, 2013

Late Post: Ramadhan Tahun Ini.

Hai semua! Wew udah hampir 4 bulan vakum dari isi-mengisi blog. Baru sempet buka nih. Hehe. Selamat datang lagi ya. Ini posting pertama dengan alamat blog yang baru lho. Jadi ya selamat datang lagi hehe. 

Ngomong-ngomong, ini udah masuk bulan Ramadhan lho. Tahun ini, mulai puasanya beda-beda. Ada yang besok, ada yang hari ini, kalo aku sih hari ini.  Cepet banget udah bulan Ramadhan lagi. Perasaan baru kemaren masuk SMA (masuk SMA tepatan Ramadhan tahun lalu), eh udah naik kelas aja (yang tepatan sama puasa lagi). Padahal sebenernya ya sama aja, nggak ada yang nyepetin atau ngelambatin waktunya. Dan itu artinya, ini adalah tahun kedua bulan Ramadhan tanpa... pesantren. Enggak, jangan khawatir, aku nggak bakal flashback dengan nyeritain satu-satu dari Ramadhan 1430 H (2009) sampe Ramadhan 1432 H (2011). 

Bentar dulu, sebenernya nulis posting ini, aku gak tau tujuan mana yang mau dibahas. Judulnya sih Ramadhan Tahun Ini. Tapi entahlah aku bingung mau bahas apa. Aku juga gak tau kenapa tiba-tiba pengen nulis ini. 

Yaudah deh selamat menunaikan ibadah puasa aja bagi yang menjalankan. *ngok*

NB: Yang baca ini, gak usah geer. Cuma nulis doang lho. Gak salah kan? ;)




Love,


Cindy Permata Putri



Monday, March 25, 2013

A Letter to (You and) Your Heart.




From        : My Heart
To             : You and Your heart

Hai, sudah lama ya aku tidak berjumpa dan memberi kabar untukmu.  Walaupun kamu tidak (mau) ingat denganku, aku akan selalu ingat kamu  di manapun dan kapanpun.

Mungkin saat membaca surat ini,  kamu akan menertawakan surat ini bersama teman-temanmu. Kamu mungkin anggap surat yang aku tulis tidaklah penting bagimu.  Tapi kamu tahu? Justru tertwaanmu yang mengejek itu adalah salah satu bagian yang kurindukan bagimu. Aku harusnya mengerti, betapa bodohnya aku menulis surat ini untukmu.  Dan aku tambah terlihat bodoh jika aku merindukanmu dan mempedulikanmu. Tapi aku tak peduli. Aku memang benar-benar rindu kamu! Sesuatu yang dipaksakan itu memang tidak baik, maka, aku tidak memaksamu untuk mengingatku, merinduku, apalagi kembali seperti kamu yang dulu. Aku bukannya sok tahu tentang kamu, tapi aku tahu, hatimu masih menyimpan sisa-sisa kenangan itu. Jauh dibalik ini, kamu itu masih sama kayak dulu. Aku tahu yang kamu rasakan.

Maaf jika aku memaksamu selama ini. Aku sekarang mengerti. Semoga sekarang kamu mengerti juga.




Syukran,
With Love.


posting sebelumnya  A Letter to Your Heart

Sunday, February 10, 2013

二 月 十 号 (Èr Yuè Shí Hào) || 10/02 *Part II*

Posting sebelumnya Èr Yuè Shí Hào || 10/02


Mungkin aku berlebihan, menulis tentang ini. 
Mungkin aku berlebihan, menunjukkan bahwa saya masih ingat.
Mungkin aku berlebihan, mempedulikan tanggal ini dan menjadikannya hari istimewa.
Mungkin aku berlebihan, menganggap semua ini penting dan sesuatu yang harus dirayakan.

Tahun ini, 10 Februari memang sangat berbeda. Satu yang harus Anda ketahui, jarak ratusan meter, status yang berbeda, dan perputaran waktu bukanlah sesuatu yang membuat saya jadi berubah dan melupakan semua yang telah dilewati. Semua orang yang pernah menjadi bagian dalam kehidupan saya adalah penting, termasuk Anda. Anda adalah salah satu orang diantara banyak orang yang harus saya kenang. 
Semua yang saya tulis ini hanya sekedar posting singkat yang (mungkin) tidak bermakna. Saya hanya ingin menulis. Menulis dengan sepenuh hati. 


Selamat tanggal 10 Februari. Selamat ulang tahun. Panjang umur dan semoga semua yang terbaik untuk Anda :)







Minggu, 10 Februari 2013

Syukran.
Seseorang yang selalu menganggap Anda penting,

Cindy Permata Putri :)




Sunday, January 20, 2013

Pleng Tee Chun Mai Dai Tang (Ost Suckseed)


Thai lyrics:

ah mai praw ..
mai meuan pleng tua pai..
tae gub chun
pleng nee chang mee kwarm mai..
tae la sieng took toy kum..
tee kian long pai oh~
jark roy yim kaung tur..
tee hai mah..
mun bung kup pahkk gai..
hai seu kwarm mai..
pun kum raung tee klaung jaung..
gub kwarm nai jai..
tur roo reu mai tee chun tum dai..
gaw pen praw wah tur tung nun…

gaw pleng pleng ne tee dai fung nun..
chun mai dai tang tur roo mai..
mai bung aht rauk na kon dee..
woh oh~ roo reu plow..
wah krai tee kian pleng nee..
juum ow wai haii dee dee..

wah pleng pleng nee tee dai fung nun..
chun mai dai tang tur roo mai..
mai ung aht rauk na koon dee..
woh ohh~ roo reu plow..
wah krai tee kiang pleng nee..
jum ow wai hai dee dee..
kon nun keu tur..
tur roo reu mai tee chum tum dai..
gaw pen praw wah tur tung nun..


Indonesian translate:

Lagu ini mungkin tak seindah lagu lain.
Tapi lagu ini mempunyai arti yang dalam untukku.
Dan setiap kata-kata yang tertulis disini,
berasal dari senyuman yang aku dapat darimu.
Mendorong pena ini untuk menyampaikan arti ini.

Lagu yang kau dengarkan ini,
kau tahu aku tidak menulisnya.
Aku tidak berani mengakuinya, sayangku.
Hanya ingin kau tahu dan ingat bahwa,
orang yang menginspirasikan lagu ini...

Aku tidak berani mengakuinya, sayangku.
Hanya ingin kau tahu dan ingat bahwa,
orang itu adalah kau.

Friday, December 21, 2012

#Flashback: Pesan Singkat di Kota Apel (Part II)


On the Rainbow, Kota Apel, 21 Desember 2010, hari kedua.

Adzan Subuh mengeluarkanku dari dunia mimpi kelam. Kuputuskan untuk tak langsung bangun. Udara yang sangat dingin maembuatku malas untuk sekedar menjejakkan kakiku ke lantai. Masih jelas terbayang kejadian yang membuatku terjatuh dalam lubang gelap, dunia nyata kelam bagai mimpi. Terlarut dalam penyesalan yang tak kunjung pergi. 

Namun, aku tidak terlalu lama aku terlarut, aku teringat kembali, pesan singkatmu telah mengembalikan senyumku yang dirampas kota apel semalam. Aku mengharapkan pesan singkatmu kembali. Yang membangunkan aku, melelapkan aku yang tak dapat tidur, dan kembali meletakkan senyum dan tawa di bibirku. 

Dan hari ini, ku ucapkan selamat tinggal untuk Kota Apel, adakah aku kembali ia merampas atau justru meletakkan kembali senyumku?

Jembatan Penghubung Kenangan, Kota Pahlawan, 21 Desember 2010, malam terakhir.

Lampu-lampu jembatan bertebaran indah, Membuat yang melihatnya ingin turun dari kendaraan dan melihat dari dekat. Dan keiinginan itu jadi kenyataan. Aku berhenti di sebuah tempat yang satu lajurnya menjual berbagai souvenir. Memang tidak berhenti tepat di jembatan. Tapi tempat ini, membuatku merasakan arti kebersamaan, bersama denganmu utamanya, melihat senyum jahatmu, membaca pesan singkatmu, perhatian-perhatianmu, canda dan tawa jahatmu. 
Dan itu tepat pukul 22.15, aku merasakan arti sebuah kenangan dan kebersamaan :')

Kota Lunpia, 21 Desember 2012, Pukul 22.15.

Hai, ini dua tahun berlalu. Semuanya masih terkenang. Dan itu pesan singkatmu di Kota Apel, yang membuat senyum ini terus mengembang. Adakah pesan singkat itu hadir kembali di tengah-tengah hidupku?

Kamu harus tahu, AKU RINDU SEMUANYA :')





The little note:

Hi, sudah beberapa bulan nggak nulis ya :) Aku kembali. Dan kalian tahu apa alasanku kembali? Pengirim pesan singkat itu menginginkanku untuk menulis lagi tentangnya. Dia menyukainya. Tulisan ini sekaligus kelanjutan dari part sebelumnya. Ada beberapa bagian yang belum sempat diceritakan. Thanks for reading :)



With Love,


Cindy Permata Putri :)