"Sampailah aku di sekolah itu. aku melihat suasana sekolah itu. ramai. murid-murid di situ kulihat berlalu-lalang. mungkin itu anak OSIS. aku masih bingung di mana teman-temanku yang lain? aku berkeliling mencari mereka. Ternyata, mereka sudah duduk di tempat duduk yang telah disediakan untuk siswa kelas 6 yang mengikuti try out di sekolah itu. aku pun segera menghampiri mereka. berkumpul dan berbincang dengan mereka, demi membunuh waktu #HAHA-__-setengah jam berlalu, keadaan menjadi tenang seketika karena MC dari acara ini telah naik ke panggung. Aku yakin, MC yang saat itu sedang mempromosikan sekolah itu adalah guru dari sekolah itu. aku memperhatikan betul MC itu. berwibawa, ramah, sense of humor. itu yang kutangkap setelah memperhatikan MC tersebut. setelah itu, aku melihat tim paduan suara dari sekolah itu. bagus, batinku. jika aku bersekolah di sini aku pasti bisa seperti mereka, pikirku. sejak itulah aku bercita-cita menjadi salah satu anggota paduan suara dimanapun aku sekolah nanti ....." (My Memories with PAPB, October 2011)
Masih jelas bayang-bayang itu dibenakku, seakan mereka masih di depan mataku. Nyatanya tidak ada, tidak akan pernah ada untuk selamanya!
2 tahun berlalu. Aku kelas sembilan sekarang. Aku berkenalan dengan siswa kelas 7 baru. Kuperhatikan wajahnya, tatapan matanya dan tingkah lakunya. Tunggu... ada yang aneh, sepertinya aku pernah melihat anak ini. Sudah lama, tapi kapan? Coba kuingat... adek kelasku SD, bukan? Bukan... bukan, dia nggak daftar di sekolahku. Terus siapa? Perlahan aku ingat, aku tertunduk dan teteskan air mata, kulihat wajahnya kembali, kulihat senyumnya, kulihat siapa yang dilihatnya, dia itu DIRIKU! Dia masa laluku, dia adalah aku yang dulu. Aku tidak salah lihat. Memang benar!
Kudengarkan juga cerita-ceritanya, seperti aku dulu. Kuperhatikan siapa yang dikaguminya juga sama. Kulihat juga apa yang disukainya, persis! Dan aku rasakan perasaannya... sama seperti aku dulu.
Dia memang cerminan masa laluku. Aku harap dia dapat menikmatinya, dan mempertahankannya hingga masa mendatang. Tidak sepertiku tentunya :')
Kudengarkan juga cerita-ceritanya, seperti aku dulu. Kuperhatikan siapa yang dikaguminya juga sama. Kulihat juga apa yang disukainya, persis! Dan aku rasakan perasaannya... sama seperti aku dulu.
Dia memang cerminan masa laluku. Aku harap dia dapat menikmatinya, dan mempertahankannya hingga masa mendatang. Tidak sepertiku tentunya :')
With Love,
Cindy Permata Putri :)
No comments:
Post a Comment