Wednesday, July 2, 2014

Bukankah Kita Harus menjadi Apa Adanya?

Beberapa hari yang lalu, keluarga saya mengajak untuk menunaikan ibadah salat Tarawih di salah satu masjid yang jauh dari rumah. Masjid itu terletak didekat SMP saya dulu. Entah mengapa saya merasa senang. Saya seperti "pulang ke rumah" setelah merantau jauh. Ada rasa rindu yang sangat dalam ketika itu.
Namun, entah mengapa ada rasa takut yang menjadi-jadi. Takut kembali mengulang masa lalu. Takut terlarut lagi dengan masa lalu. Saya tidak mau!
Kemudian, rasa takut saya berubah menjadi bahagia bercampur haru ketika saya bertemu dengan teman seangkatan saya ketika SMP. Kami menceritakan masa-masa kami ketika SMP dulu. Kami tertawa bersama seperti 2 tahun yang lalu, dan ada rasa bahagia yang sudah lama tak saya rasakan selama 2 tahun.
Ketika perjalanan pulang, saya menjadi berpikir dan bertanya, ke mana saja saya selama ini? Saya merasa tidak menjadi diri saya sendiri selama ini. Tidak tertawa-tawa dan menangis-nangis seperti apa adanya saya.
Apa mungkin saya masih belum siap menghadapi hal baru?
Apa saya bisa menjadi apa adanya saya dan menghadapi hal yang baru?

No comments:

Post a Comment