Sunday, November 6, 2011

The Story of Takbiran Idul Adha 1431 H and 1432 H

Kisah takbiran idul Adha tahun lalu. Enjoy :)


Hore! akhirnya keinginanku buat ikut takbiran terwujud. Perjuangan untuk membujuk sang ortu pun tak sia-sia, abisnya, aku lagi sakit (yaa iya aku ngaku aku lagi sakit waktu itu) 

Ini bisa dibilang pengalaman pertama aku ikut takbiran. Dimulai dari aku sama adel nunggu tarphut lamaa banget! Itu sebabnya aku kemarin telat nyampe sekolah. Payah-payah...
Setelah solat isya berjamaah selesai, dilanjutin sama takbiran. Abis itu tausiyah deh!

Nah ini nih inti dari cerita satu ini, waktu itu aku mau absen sambil nelpon my father yang katanya bisa jemput aku. nah terus, pas aku mau telpon, ada ***** lewat di depan r a u n a! dan apa yang terjadi? Rauna pun menarik-narik bajunya dan sambil berkata apa gitu-_-. intinya, Rauna berusaha ngasih tau kalo aku ada disitu. Aku yang tadinya gak bisa teriak-teriak gara-gara sakit, tapi kok jadi ajaib gini yaa?? Aku bisa teriak kenceng banget! temen-temen juga pada heran!
"Paaakk, stop gausah kayak gitu!" 
Anehnya, abis teriak kayak gitu, aku langsung sembuh! ajaib tenan! Haha.

Epilog

Tahun lalu kayaknya ngebet banget pengin ikut. Tapi nggak buat tahun ini. Nyesek banget! Seharusnya idul adha yang merupakan momen penting untuk diperingati mendadak menjadi hal yang menyedihkan. Mungkin aku sedih karena shaun the sheep akan mengakhirkan episodenya hari ini. Bukan, bukan itu alasannya mengapa aku sedih. Lalu apa? Entahlah....


Saturday, November 5, 2011

Buat Orang yang Selama ini Jadi Panutanku !


Kenapa ya akhir-akhir ini aku selalu merasa kamu hilang dari kami? Aku juga bingung, bingung banget. Gak ada jalan lain selain menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepadamu, bagaimana perasaanku sekarang..

Meskipun mungkin cara ini mempermalukan diriku sendiri, tapi aku udah gakuat merasakan ini. aku jadi tertekan.
Apa semua ini gara" kejadian 26-11-10 waktu itu? (posting about this click here , or login to facebook and  open this)

Aku mohon bantu aku lepas dari perasaan dan bayang-bayang yang menjerat aku selama hampir setahun ini.

Buat orang yg kumaksud di posting ini, aku mohon dengarkan aku sejenak saja.
Aku butuh bantuan agar ku tak terbelenggu dari pikiran ini..
Aku butuh nasihat, aku butuh dukungan, aku butuh bantuan, aku butuh dukungan moral.. DARIMU
Aku harap kau mengerti..


(17 Desember 2010)

Syukran Katsiran :')

Tuesday, November 1, 2011

Menari di Antara Gerimis

Sebuah cerpen karya Radischa Ivonne. Cerpen ini aku re-blog karena isinya tentang kehilangan. Enjoy!



Padang rumput yang selalu indah, dan basah di pagi hari. Butiran embun yang menempel di rumput berpindah ke pantatku setelah aku duduk di atasnya. Di antara kabut tebal dan anganku sendiri, berkelebat peristiwa beberapa tahun lalu. Saat aku masih seorang gadis kecil dengan tinggi sekitar satu meter. Bayangan itu semakin jelas tertangkap indera penglihatku, yang sekaligus membawaku lebih jauh dari realita.
Kaki kecil itu menari, melompat, berputar dengan lincah. Tangan kecilnya pun tak henti-hentinya berusaha menangkap gerimis. Sedangkan seorang bocah laki-laki gendut yang bersamanya, hanya duduk, tertawa terpingkal-pingkal sambil sesekali berteriak memberi semangat, "Ayo tangkap, tangkap gerimisnya !".


Tommi, teman kecilku. Tapi aku lebih suka menyebutnya belahan jiwaku. Kami banyak menghabiskan waktu bersama. Terlebih saat gerimis. Tommi selalu membawaku ke tempat ini dan menemaniku bermain gerimis meskipun orangtua kami tak pernah bosan melarang keluar rumah saat hujan. Ya, alasan wajar para orangtua karena tidak menginginkan anak mereka sakit. Tapi kami tetap bocah kecil lima tahun yang hanya mengerti tentang bersenang-senang.


Tommi paling mengerti aku, setidaknya itulah anggapanku dulu. Dia bahkan rela telinganya dijewer ibuku gara-gara membawaku kabur. Satu-satunya alasan bertahan adalah karena Tommi tau kalau aku amat suka gerimis, melebihi seluruh boneka yang kumiliki di rumah.


Tidak ada satupun yang tau tentang rahasia Tuhan. Gerimis yang tadinya sangat kucintai mendadak membuatku muak dan menjadi salah satu hal yang tak lagi ingin kusentuh. Aku sadar ini rencana Tuhan. Dia mengambil sebelah jiwaku untuk kembali ke sisiNya. Membiarkanku sendiri bersama gerimis yang kini seolah menghujam kepalaku teramat keras. Bayangan Tommi selalu muncul di balik gerimis.

Empat belas tahun berlalu. Aku kembali ke tempat ini disaat langit abu-abu. Muncul keyakinan kalau sebentar lagi akan hujan. Aku sengaja menantang hatiku untuk tidak lagi terpuruk. Aku ingin menyentuh gerimis dan bayangan Tommi untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun itu.

Gerimis menerpa wajahku ketika aku menengadah ke atas. Aku dapat merasakan Tommi masih duduk di sampingku sambil tersenyum. Aku pun tersenyum meskipun dengan air mata yang bercampur gerimis. Aku ikhlas demi Tommi, juga demi seseorang yang saat ini datang dan membentangkan payung di atas kepalaku.


Terima kasih Tuhan telah mengirimkan "Tommi yang lain" di kehidupanku.


Saturday, October 29, 2011

A Letter to Your Heart

To : Your heart
From : My heart


Apakah pemilikmu tahu apa yang selama ini aku rasakan? Apa dia tahu selama ini aku punya masalah apa? Pasti dia nggak tahu. Karena itu aku nulis surat ini buat kamu agar pemilikmu mengerti apa yang sebenarnya aku inginkan.

Karena kamu yang paling tahu tentang perasaan seseorang, aku akan kasih tau ke kamu beberapa hal. 
Aku sekarang butuh pemilikmu. Hanya pemilikmu yang mengerti bagaimana yang kualami. Namun pemilikmu tak pernah dengarkan aku. Apakah kamu nggak pernah ngingetin dia buat dengerin aku? Tolong ingetin ya :')

Oh, iya sampaikan padanya juga bahwa aku merindukan pemilikmu. Aku ingin dia seperti dulu, karena aku telah kehilangan dia yang dulu. Terus, bilangin juga ya, aku juga pengin menjadi bagian yang dia pikirkan. Aku ingin dia nggak pura-pura nggak ngerti.

Ingetin juga pemilikmu saat-saat dulu, kalau dia pernah baik dan menghiburku. Jangan membuat dia lupa, terus ingetin sampai kita udah berpisah 

Inget yaa pesanku, bilang kalau aku ingin pemilikmu ada di sini :)


With Love  


Monday, October 24, 2011

I Made Him as My Hero, is it Wrong?

Aku kesepian sekarang. Aku berbagi dengan siapa? Aku cerita dengan siapa? Di saat galau seperti ini, aku tak mempunyai teman untuk berbagi keluh kesah. Rasanya aku seperti tertawa dan menangis sendiri. Namun semua itu berbeda ketika sang penghiburku datang. Dia selalu sembuhkan hatiku yang luka, hapus air mataku yang menetes dan selesaikan masalah yang menimpa diriku.

Tapi sepertinya hakku untuk memilih sang penghiburku terbatas. Haruskah aku memilih sang penghibur selain dirinya? Aku tak pernah bisa! Sejuta cara kulakukan agar aku mencari sang penghibur yang lain tapi hatiku hanya jatuh tepat pada dirinya. Kuakui itu.

Aku selalu iri melihat mereka bisa menentukan sang penghiburnya. Mereka bebas memilih dan  bencengkrama dengan sang penghiburnya. Sedangkan aku? Ketidakadilan yang aku dapat!

Oh Tuhan, aku hanya ingin ada seseorang yang dapat menjadi panutanku dan dapat menghiburku. Aku juga ingin seperti mereka yang bebas menentukan pilihannya. Tuhan, apakah pilihanku salah atau tak tepat? :'(

Apa karena aku tak cantik seperti mereka? Atau karena aku tak pandai? 

MENGAPA? :'(

Jika menurut kalian aku salah, nggak apa-apa. Tapi apakah kalian nggak ngerti aku butuh sang penghibur seperti dia? AKU JUGA INGIN, TEMAN! AKU INGIN!



Maaf dan terima kasih,


Cindy Permata Putri :)



Friday, October 21, 2011

Untukmu, Sang Penghiburku

Di sini sunyi dan sepi
Aku terjebak dalam kegelapan ini
Aku tak tahu di mana
Aku tak tahu apa yang kurasakan

Semua berbeda saat kamu datang
Kamu mengeluarkan aku dari kegelisahan ini
Kamu pahlawanku

Kamu bagaikan bintang
Menerangi hatiku yang gelap
Kamu mekarkan hatiku yang kuncup

Kamu memang hanya manusia biasa
Namun bagiku luar biasa
Kamu memang bukanlah pujangga hebat
Namun kamu melahirkan kata-kata sempurna
Kata-kata tenangkan hati

Terima kasih
Kau selalu ada
Kau selalu datang
Kau tak pernah bosan membuatku berhenti menangis
Kau tak pernah bosan melihatku tertawa
Kamu sang penghiburku


A poem by


Cindy Permata Putri 

Thursday, October 20, 2011

#Flashback : Twentieth to Remember , I and Writefobia

Pagi ini, nggak ada yang aneh. Semuanya berjalan apa adanya sampai ikrar bersama. Tapi setelah ikrar itu nggak tau kenapa rasanya ada yang aneh dan ngganjal. Sebenarnya kenapa? Apa karena hari ini aku duduk sendirian di bangku depan? Hm, nggak terlalu pengaruh. Apa karena ulangan matematika? Nggak juga ah. 

Oooo.. aku tau! mungkin gara-gara ini, pelajaran bahasa Indonesia. Aku nggak benci sama pelajarannya, apalagi gurunya. Nggak, ini semua gara-gara materi bahasa Indonesia yang sedang membahas subbab baru, CERPEN! Denger kata yang satu itu langsung buat aku down, galau, dan nggak semangat ngikutin pelajarannya. Kalau cuma nyari latar atau unsur intrinsik kayak waktu kelas VIII sih nggak papa. Tapi di kelas IX harus BUAT cerpen! bayangin, gimana nggak galau coba!

Kayaknya hari ini semua orang pada jahat! Pertama waktu bahasa Indonesia tadi. Pokoknya setelah bahasa Indonesia itu temanya nggak ganti-ganti, cerpen! Nggak peduli mau pelajaran Al-quran Hadis kek, mau Fikih kek, mesti selalu ngarah ke arah sana. Ditambah lagi waktu pulang sekolah masih aja dibahas :'(

Daritadi bahas cerpen, galau, apa sih sebenernya? Kasih tau nggak yaaa? Hm, nggak usah ya. Ini privasi. Eh, nggak privasi sih, cuma males bahasnya. Takut galau lagi, hehehe. 

Jadi kalian udah tau kan kenapa udah hampir 2 minggu ini, status fb dan posting blog isinya quotes lama dan lirik lagu? Ya, aku sedang mengalami WRITEFOBIA. Di mana aku sedang takut untuk menghasilkan karya tulis. Jangankan menghasilkan, denger kata 'nulis' atau 'cerpen' apalagi 'novel' aja udah down banget. Meskipun tagline blogger ku ini "Orang berkarya itu tuk hari ini, esok, dan akan datang hingga ajal menjemput" #eaaa #ustad rauna qoutes :D

Kalau boleh jujur, aku masih suka nulis. Tapi semangatku udah ilang sama sekali. Aku sedang butuh orang untuk membangkitkan semangat itu. I want to move on! HELP ME PLEASE ! :'(


Syukran :)