Tiga tahun lalu, suasananya juga seperti ini.
Bukan, ini bukan malam perpisahan. Tapi tiga tahun lalu, ini malam perpisahan.
Menurutku kita benar-benar berpisah.
Tiga tahun lalu.
Rasanya berat meninggalkan tempat itu. Tunggu!
Jangan pergi dulu. Ada yang belum aku sampaikan. Haruskah kita pergi sekarang?
Bisakah kita mengucapkan salam perpisahan kemudian pergi?
Tidak bisa! Jawabnya.
Begitulah akhirnya. Aku pergi
"tanpa pamit". Tiga tahun aku selalu bermimpi hal yang sama di setiap
malam. Salam perpisahan yang tak tersampaikan. Berharap hari itu terulang lagi.
Hanya untuk mengucapkan salam perpisahan untukmu, yang memberiku sejuta
kenangan dan harapan.
Ah, tidak. Ini sudah tahun 2015. Suasananya seperti ini lagi, dan mungkin ini yang terakhir. Masa sekolahku telah berakhir. Aku meninggalkannya dengan puas. Tak ada yang tertinggal. Salam perpisahanku tersampaikan.
Di dalamnya ada tawa yang tak dapat kuhentikan, kadang air mata yang terus mengalir, ada cinta yang menusuk hati. Namun, semua ini bagian hidup. Kini saatnya kita mengejar mimpi masing-masing. Ini bukan malam perpisahan. Sekali lagi
Mungkin mimpiku masih sama. Aku berharap waktu itu akan kembali. Tapi aku ingin saat waktu itu kembali, aku mampu membuatmu tersenyum, bahagia.
See you on top!
With Love,
Cindy Permata Putri


No comments:
Post a Comment